Dari Tabalong ke Panggung Nasional! Karya Musik Dayak Palui Banaran Masuk AMI Awards 2026

Jakarta - Kabar membanggakan datang dari dunia seni musik Kalimantan Selatan. Seniman asal Tabalong, Muhamad Irfan Maulana atau dikenal dengan nama Palui Banaran, berhasil masuk nominasi AMI Awards 2026 kategori Karya Produksi Musik Etno Terbaik melalui lagu "Wadian Dadas – Belian Dayak Ma’anyan".
Prestasi membanggakan diraih seniman musik asal Tanjung, Kabupaten Tabalong, Muhamad Irfan Maulana atau Palui Banaran. Karyanya berjudul "Wadian Dadas – Belian Dayak Ma’anyan" berhasil menembus nominasi Anugerah Musik Indonesia atau AMI Awards 2026, kategori Karya Produksi Musik Etno Terbaik.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Tabalong dan Kalimantan Selatan, sekaligus membuktikan bahwa musik tradisional daerah memiliki peluang untuk dikenal dan mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
Sebagai seniman musik tradisional, komposer, dan pencipta lagu, Palui Banaran terus berupaya mengangkat kekayaan musik etnik melalui perpaduan unsur tradisi dan pendekatan musik masa kini, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas karyanya.
Identitas budaya Banua juga ditampilkan Palui dalam rangkaian kegiatan AMI Awards 2026 di Jakarta. Ia mengenakan busana etnik modern dengan perpaduan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan dan motif Dayak pada laung yang dikenakannya.
Keikutsertaan Palui Banaran dalam ajang nasional ini turut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Tabalong dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengenali, mencintai, dan mengembangkan warisan seni budaya daerah melalui karya kreatif yang berakar pada tradisi.

