Juara Umum Festival Tari Kalsel, Tabalong Akan Bawakan “Njipah” ke Nasional

Untuk pertama kalinya, Tabalong meraih Juara Umum Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan 2026 yang digelar pada 7 dan 8 September 2026 di Banjarmasin. Karya Tari Njipah yang mengangkat tradisi berburu Suku Dayak Deah, berhasil mengantarkan Tabalong untuk dipercaya mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional, pada Parade Tari Nusantara TMII tahun 2026.
Tabalong memenangkan 5 kategori pada ajang Umum Festival Karya Tari Daerah Kalimantan Selatan 2026, yaitu sebagai Penyaji Terbaik Utama, Penata Iringan Terbaik, Penata Tari Terbaik, Penata Rias dan Busana Terbaik, serta Penyaji Terbaik Tanpa Jenjang. Prestasi ini menjadi momentum bagi Tabalong untuk memperkenalkan kekayaan budaya pedalaman Kalimantan Selatan. Melalui Tari Njipah, tradisi berburu babi hutan Suku Dayak Deah diangkat menjadi karya tari yang kreatif, tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Nama Njipah diambil dari alat perangkap berbahan alami yang digunakan dalam tradisi berburu. Karya ini digagas seniman muda Palui Banaran bersama Sanggar Seni Suluh Banua, dengan menggali pengetahuan dari tokoh Dayak Deah, Matuo Delis.
Proses penciptaan melibatkan seniman, pemerintah daerah, dan masyarakat. Mulai dari gerak, musik, hingga tema berburu, dirancang agar tetap merepresentasikan identitas Dayak Deah. Dukungan penuh juga diberikan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, bagi kontingen Tabalong yang berlomba di Banjarmasin.
Setelah meraih juara umum, Tari Njipah kini dipersiapkan untuk tampil di Parade Tari Nusantara TMII 2026. Pembenahan akan dilakukan pada koreografi, musik, artistik, dan penyajian, agar semakin matang tanpa kehilangan jati diri tradisinya.
Njipah diharapkan bukan hanya menjadi karya yang berprestasi, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas Dayak Deah dan budaya pedalaman Kalimantan Selatan di panggung nasional.



