Musim Hujan Mengintai, BPBD Tabalong Petakan Wilayah Rawan Banjir

Tanjung – Menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan, BPBD Tabalong memetakan sejumlah wilayah rawan banjir dan menyiapkan personel, peralatan, hingga kebutuhan logistik guna mengantisipasi potensi bencana.
BPBD Tabalong bersiaga menghadapi datangnya musim hujan, dengan melakukan berbagai persiapan. Mulai dari penguatan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas personel dan relawan, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
Seluruh wilayah kecamatan di Tabalong menjadi perhatian, seperti di Kecamatan Jaro wilayah yang dipetakan meliputi Desa Namun dan Muang. Di Bintang Ara meliputi Desa Bintang Ara, Waling, Usih, dan Burum. Di Muara Uya meliputi Desa Uwie, Kumap, Salikung, Muara Uya, dan Lumbang.
Sementara di Kecamatan Haruai, wilayah yang menjadi perhatian yaitu Desa Halong, Nawin, Marindi, dan Bongkang. Sedangkan di Kecamatan Tanjung meliputi Kelurahan Agung, Hikun, Ujung Murung, serta Desa Garunggung, Wayau, Mahe Seberang, dan Kitang.
Selain itu, Kecamatan Kelua, Banua Lawas, Pugaan, Murung Pudak, Tanta, Upau, dan Muara Harus juga masuk dalam pemetaan wilayah rawan banjir.
Untuk meningkatkan kesiapan personel, BPBD Tabalong juga melakukan pelatihan penanggulangan bencana, termasuk pelatihan penyelamatan di air atau water rescue, yang bekerja sama dengan Basarnas.
"Terkait peralihan ke musim hujan ini, BPBD Tabalong tentunya siap ya, dan tentunya siap secara SDM-nya dan kami juga selalu melakukan peningkatan kapasitas kepada personel dalam hal ini pelatihan water rescue yang bekerja sama juga dengan pihak Basarnas, hal ini baik kepada tim reaksi cepat kami maupun kepada relawan," ujar Haris Fakhrozi, Kepala Pelaksana BPBD Tabalong.
Tidak hanya personel, BPBD Tabalong juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Mulai dari alat pelindung diri, perahu, hingga ketersediaan logistik.
Melalui berbagai langkah kesiapsiagaan ini, BPBD Tabalong berharap penanganan bencana banjir maupun tanah longsor dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, sehingga risiko serta dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat dapat diminimalkan.

