DKP3 Tabalong Bentuk Tim Verifikasi, Perketat Pengawasan Pupuk Bersubsidi Agar Tepat Sasaran

Guna mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan atau DKP3 Kabupaten Tabalong membentuk tim verifikasi dan validasi. Tim ini bertugas memastikan penyaluran pupuk subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Potensi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tabalong menjadi perhatian serius DKP3 Tabalong. Berdasarkan catatan DKP3 Tabalong, peluang penyalahgunaan bisa terjadi di semua lini, mulai dari tingkat kios, kelompok tani, hingga petani secara individu. Salah satu modus yang pernah ditemukan sebelumnya adalah pupuk yang tidak ditebus kemudian dialihkan dan dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga subsidi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, DKP3 Tabalong kini telah membentuk tim verifikasi dan validasi yang bertugas mengawal dan mencatat setiap proses penyaluran pupuk subsidi di lapangan. Selain itu, pengawasan juga diperketat dengan melibatkan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida. Bahkan aparat penegak hukum turut dilibatkan dalam proses pengawalan ini. Hingga saat ini, untuk periode terakhir belum ada temuan kasus penyimpangan yang dilaporkan.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong, Rahmani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba menyalahgunakan fasilitas subsidi ini. Ia pun berharap para petani bisa memanfaatkan subsidi dengan sebaik-baiknya.
"Kami berharap para petani kita bisa memanfaatkan momen atau fasilitas subsidi ini sebaik-baiknya. Karena ini akan menentukan kita ke tahapan berikutnya. Istilahnya, kalau kita menyalahgunakan kepercayaan di sini, maka secara hukum juga ada dampaknya. Karena selain para petani, kita juga punya Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida yang ikut mengawal. Jadi ada aparat hukum juga di situ. Harapan kami ini tidak sampai ke sana," ujar Rahmani, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong.
DKP3 Tabalong berharap celah-celah penyimpangan yang selama ini masih ada bisa terus dipersempit. Tim verifikasi dan validasi yang telah dibentuk diharapkan mampu menjadi pengawal yang efektif, agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang merugikan banyak pihak.








