Langsung ke konten utama
Selamat Datang

Portal Informasi Kabupaten Tabalong

Kebutuhan Tinggi, Jatah Pupuk Subsidi Tabalong 2026 Masih di Bawah Usulan Petani

A
Admin
03 Jun 2026 17:082 menit bacaSumber: admin
Kebutuhan Tinggi, Jatah Pupuk Subsidi Tabalong 2026 Masih di Bawah Usulan Petani

Alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan untuk Kabupaten Tabalong tahun 2026 ternyata tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan petani. Dari rencana kebutuhan yang telah disusun melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), seluruh jenis pupuk yang diajukan tidak ada yang mendapat persetujuan penuh. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi DKP3 Tabalong dalam mengelola distribusi pupuk kepada para petani.

Setiap tahun, kelompok tani di Kabupaten Tabalong menyusun rencana kebutuhan pupuk melalui mekanisme RDKK yang kemudian diajukan untuk mendapat alokasi subsidi dari pemerintah. Namun untuk tahun 2026 ini, alokasi yang disetujui ternyata jauh di bawah angka kebutuhan yang diajukan. Untuk pupuk urea misalnya, kebutuhan petani Tabalong mencapai 2.046,4 ton, namun yang disetujui hanya 1.675 ton. Sementara NPK yang dibutuhkan sebesar 2.945,5 ton hanya mendapat alokasi 1.793 ton. Sedangkan untuk pupuk organik, dari kebutuhan 441,2 ton, alokasi yang diberikan hanya 193 ton.

Kesenjangan antara kebutuhan dan alokasi ini dinilai berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan pupuk petani, terutama pada musim tanam puncak. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong, Rahmani, menyebut bahwa salah satu penyebab kecilnya alokasi yang diterima adalah rendahnya serapan pupuk subsidi di tahun-tahun sebelumnya. Ini yang kemudian menjadi evaluasi serius bagi pihaknya.

Rahmani menegaskan bahwa pihaknya mendorong agar penyusunan RDKK ke depan bisa lebih akurat dan serapan pupuk oleh petani bisa lebih optimal, agar alokasi yang diterima Tabalong tidak terus berkurang.

"Yang pertama barangkali, dalam penyusunan RDKK itu mungkin perlu kembali kita evaluasi, evaluasi kesesuaian dengan luas lahan yang akan kita tanami, dengan indeks pertanaman kita. Tentunya akan terfilter dengan sendirinya. Tidak mungkin kita melebihi kebutuhan lahan kita dari pupuk tadi," ujar Rahmani, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong.

DKP3 Tabalong berharap penyusunan RDKK ke depan bisa lebih terukur dan sesuai dengan kondisi riil lahan pertanian, agar alokasi yang diterima Tabalong bisa mendekati angka kebutuhan sebenarnya. Dengan demikian, petani di Tabalong tidak perlu lagi khawatir kekurangan pupuk, terutama pada saat musim tanam tiba.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Waspada Hantavirus, Jaga Kebersihan Rumah untuk Cegah Penularan
    Kesehatan·1 hari yang lalu

    Waspada Hantavirus, Jaga Kebersihan Rumah untuk Cegah Penularan

  2. 02
    DPRD Tabalong Rampungkan Pembahasan Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan, Siap Disahkan Juni
    Berita Parlemen·5 hari yang lalu

    DPRD Tabalong Rampungkan Pembahasan Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan, Siap Disahkan Juni

  3. 03
    PKH Tahap II Mulai Disalurkan, 5.724 Keluarga di Tabalong Terima Bantuan Sosial
    Sosial·5 hari yang lalu

    PKH Tahap II Mulai Disalurkan, 5.724 Keluarga di Tabalong Terima Bantuan Sosial

  4. 04
    Wabup Tabalong Soroti Irigasi hingga Modernisasi Pertanian di Wilayah Utara
    Pertanian dan Perkebunan·5 hari yang lalu

    Wabup Tabalong Soroti Irigasi hingga Modernisasi Pertanian di Wilayah Utara

  5. 05
    Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat demi Kinerja Penyuluh Pertanian yang Optimal Pasca Peralihan Status
    Ketahanan Pangan·1 minggu yang lalu

    Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat demi Kinerja Penyuluh Pertanian yang Optimal Pasca Peralihan Status