Pastikan Sektor Pertanian Lancar, DKP3 Tabalong Siapkan Skema Penyaluran Solar Bersubsidi untuk Petani

Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian atau DKP3 Tabalong menyiapkan skema penyaluran BBM bersubsidi bagi petani melalui sistem rekomendasi dan barcode BPH Migas. Skema ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan BBM untuk operasional alat dan mesin pertanian terpenuhi secara tepat sasaran di tengah meningkatnya kelangkaan solar bersubsidi di masyarakat.
DKP3 Tabalong menggelar rapat koordinasi BBM bersubsidi sektor pertanian pada 5 Juni 2026 di Aula DKP3 Tabalong. Rapat ini membahas penambahan alokasi bio solar bersubsidi, mekanisme penyaluran, serta pengawasan distribusi untuk memastikan kebutuhan petani dapat terpenuhi. Kelima SPBU yang ditunjuk juga telah menyatakan kesiapannya dalam mengakomodir kebutuhan petani.
Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji, menjelaskan penyaluran BBM bersubsidi akan dilakukan melalui sistem rekomendasi. Kelompok tani terlebih dahulu mengajukan kebutuhan BBM kepada DKP3. Setelah itu, DKP3 akan menerbitkan rekomendasi yang disampaikan kepada BPH Migas untuk penerbitan barcode sebagai akses pembelian BBM bersubsidi di SPBU yang telah ditunjuk.
"Disepakati juga bahwa berkaitan dengan mekanisme penyaluran atau pendistribusian ini juga disepakati bahwa tadi dari kelompok tani yang mengajukan kebutuhan BBM kepada kita, lalu kita akan berikan rekomendasi dan nanti langsung disampaikan kepada BPH Migas, lalu nantinya BPH Migas akan memberikan barcode, dan dari barcode itu nanti kawan-kawan kelompok tani akan mengambil, istilahnya untuk fasilitas pembelian BBM bersubsidi di SPBU terkait," ujar Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.
Fahrul menambahkan, kelompok tani juga harus menyampaikan data kebutuhan secara lengkap, mulai dari jenis alat pertanian, kapasitas penggunaan, hingga luas lahan yang digarap. Data tersebut menjadi dasar penentuan alokasi BBM bersubsidi bagi masing-masing kelompok tani.
Skema ini dinilai penting mengingat kebutuhan BBM bersubsidi untuk operasional alsintan di Tabalong terus meningkat. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong, Rahmani menyebut kebutuhan BBM bersubsidi di Tabalong diperkirakan mencapai lebih dari 400 ribu liter selama tahun 2026.
"Kalau kita hari ini kan yang secara teratur setiap bulan pengambilan BBM subsidi petani di SPBU, kalau dikasiau itu rata-rata kurang lebih 6.000 liter per bulannya dan ini yang sudah teridentifikasi, tapi kalau secara total se-Tabalong memang kebutuhan kita dirata-ratakan dengan alat kita yang ada di tahun 2026 ini, kita perkirakan kebutuhan BBM bersubsidi kita ada di sekitar 400 ribu liter selama satu tahun," ujar Rahmani, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKP3 Tabalong.
Melalui skema penyaluran yang terintegrasi dengan rekomendasi dan barcode ini, DKP3 Tabalong berharap distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan mendukung kelancaran kegiatan pertanian. Dengan terpenuhinya kebutuhan BBM, produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Tabalong diharapkan dapat terus meningkat.








