Petani Milenial Tabalong Ditantang, Jangan Hanya Menanam dan Memanen!

Tabalong – Bupati Tabalong mendorong petani milenial tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga mengembangkan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Langkah tersebut disampaikan Bupati Tabalong melalui Asisten II Setda Tabalong, Zainal Arifin, saat membuka bimbingan teknis Penyuluh Pertanian Swadaya dan petani milenial.
Dalam sambutannya, Zainal mendorong petani milenial untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya mulai dari menanam hingga memanen, namun dapat mengembangkan hilirisasi hasil pertanian. Salah satunya dengan mengolah komoditas hortikultura yang selama ini dijual dalam bentuk segar, menjadi berbagai produk olahan dengan kemasan menarik dan nilai jual lebih tinggi.
"Pengembangan petani milenial melalui hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian. Kita ingin petani, khususnya generasi muda, tidak hanya berhenti pada kegiatan menanam dan memanen. Hasil pertanian juga perlu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, dikemas dengan baik, dan mampu bersaing di pasaran," ujar Zainal Arifin, Asisten II Setda Tabalong.
Selain mendorong petani milenial untuk lakukan hilirisasi, di sisi lain pemerintah juga berharap Penyuluh Pertanian Swadaya tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu berkembang menjadi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau P4S. Dengan demikian, penyuluh dapat menjadi penggerak pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi petani di wilayah masing-masing.
Pemerintah berharap, praktik pengolahan hasil hortikultura dalam bimbingan teknis ini dapat dilanjutkan menjadi produk usaha yang berkelanjutan. Bahkan, produk olahan tersebut dirancang untuk ditampilkan dalam pameran atau expo Hari Jadi Kabupaten Tabalong, sebagai sarana promosi potensi dan kreativitas petani lokal ke masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Tabalong pun berkomitmen terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan produk olahan. Sehingga sektor pertanian tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi para petani.

