Langsung ke konten utama
Selamat Datang

Portal Informasi Kabupaten Tabalong

Pertanian dan Perkebunan

Terapkan Tanam Tumpang Sari, Petani Cabai di Tabalong Berhasil Lipatgandakan Pendapatan

P
Portal-Tabalong
19 Feb 2026 14:591 menit baca
Terapkan Tanam Tumpang Sari, Petani Cabai di Tabalong Berhasil Lipatgandakan Pendapatan

Untuk menyiasati lamanya masa panen cabai, petani di Tabalong menerapkan metode tumpang sari. Dengan menanam sayuran berumur panen lebih cepat di sela tanaman cabai, lahan pertanian bisa lebih produktif dan modal usaha pun lebih cepat kembali.

Berbagai cara dilakukan petani untuk memutar modal yang dikeluarkan dalam perawatan tanaman cabai. Salah satunya melalui metode tumpang sari, yakni menanam tanaman lain di sela-sela pohon cabai yang masa panennya lebih singkat.

Metode ini diterapkan Kelompok Tani Hortimin Berkah. Di lahan cabai mereka, sayuran seperti kembang kol dan daun bawang ditanam berdampingan dengan cabai. Tujuannya sederhana, agar petani tetap memperoleh penghasilan sebelum cabai memasuki masa panen.

Seperti yang dilakukan Ketua Kelompok Tani Hortimin Berkah, Ahong. Di kebunnya, ia menanam seribu batang kembang kol di sela tanaman cabai. Dalam waktu sekitar dua bulan, kembang kol sudah bisa dipanen dan menghasilkan tambahan pendapatan hingga 10 juta rupiah. Hasil ini dinilai mampu menopang biaya perawatan cabai yang membutuhkan waktu lebih panjang, yakni sekitar tiga bulan atau 90 hari hingga panen pertama.

"Tumpang sari ini merupakan salah satu buat mengembalikan modal yang pertama karena dari kita merawat lombok biasanyakan jangka waktunya sampai 3 bulan baru bisa panen, minimal 90 hari baru panen sementara di bawahnya kita tanami kembang kol 2 bulan sudah bisa panen. Jadi hasil dari kembang kol kita bisa nutupi kekurangan modal kita untuk perawatan lombok," ujar Ahong, Ketua Kelompok Tani Hortimin Berkah.

Ahong menambahkan metode tumpang sari tidak hanya membantu mengembalikan modal lebih cepat, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani secara keseluruhan. Selain kembang kol, daun bawang juga ditanam karena memiliki nilai jual yang baik di pasaran. Dengan cara ini, lahan pertanian menjadi lebih optimal, tidak ada ruang yang terbuang, dan tidak ada waktu yang terlewat tanpa hasil.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Mulai 3 Agustus 2026, Pemkab Tabalong Terapkan Aturan Baru Penjualan Pertalite di SPBU
    Ekonomi dan Bisnis·5 hari yang lalu

    Mulai 3 Agustus 2026, Pemkab Tabalong Terapkan Aturan Baru Penjualan Pertalite di SPBU

  2. 02
    Pilkades 2027 Terapkan Aturan Baru, Calon Tunggal Bisa Maju
    Info Pemilu·1 bulan yang lalu

    Pilkades 2027 Terapkan Aturan Baru, Calon Tunggal Bisa Maju

  3. 03
    Bupati Sampaikan KUA PPAS Perubahan 2026, Prioritas Anggaran Daerah Mulai Dibahas
    Pemerintahan·5 hari yang lalu

    Bupati Sampaikan KUA PPAS Perubahan 2026, Prioritas Anggaran Daerah Mulai Dibahas

  4. 04
    Realisasi Anggaran Tembus 50 Persen, Komisi I DPRD Bahas Pergeseran Anggaran Dua SKPD
    Pemerintahan·4 hari yang lalu

    Realisasi Anggaran Tembus 50 Persen, Komisi I DPRD Bahas Pergeseran Anggaran Dua SKPD

  5. 05
    Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Tabalong Sebar Ratusan Bendera Merah Putih Ke-12 Kecamatan Se-Tabalong
    Info Tabalong·1 minggu yang lalu

    Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Tabalong Sebar Ratusan Bendera Merah Putih Ke-12 Kecamatan Se-Tabalong