Harga Minyak Goreng Naik Hingga Rp4.000 per Liter, Pedagang Keluhkan Pasokan

Harga minyak goreng dalam satu bulan terakhir mengalami kenaikan, terutama untuk jenis kemasan. Bahkan pedagang mengaku minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita saat ini mulai sulit didapatkan di pasar.
Kenaikan harga minyak goreng dirasakan para pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong. Seperti minyak goreng merek Bimoli yang sebelumnya dijual sekitar 22 ribu rupiah per liter, kini naik menjadi 25 ribu rupiah per liter. Sementara minyak goreng kemasan dua liter merek Jar yang sebelumnya dihargai 38 ribu rupiah, kini menjadi 45 ribu rupiah. Adapun MinyaKita yang sebelumnya dijual 18 hingga 19 ribu rupiah per liter, kini mencapai 22 ribu rupiah per liter.
Salah seorang pedagang, Khairullah mengatakan kenaikan harga telah terjadi lebih dari satu bulan terakhir. Selain harga yang meningkat, stok MinyaKita di tingkat agen juga sering kosong. Akibatnya, pedagang terpaksa menjual minyak goreng dengan merek lain untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
"Naiknya sudah lebih dari sebulan. Barang-barang yang naik ini, termasuk plastik juga mengalami kenaikan. Yang terbaru ini merek ini saja, kalau MinyaKita memang sering kosong di agennya," ujar Khairullah, pedagang.
Kondisi serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, Masdiah. Menurutnya, meski harga naik, permintaan masyarakat terhadap minyak goreng tetap tinggi. Namun ketersediaan stok masih terbatas dan pasokan sering terlambat datang. Ia menduga kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan baku serta kemasan plastik.
"Plastik kan bahan bakunya naik. Minyak ini juga sering kosong, kadang datang minggu ini, kemudian tiga minggu lagi baru datang lagi," ujar Masdiah, pedagang.
Para pedagang berharap pemerintah dan distributor dapat menjaga kelancaran pasokan minyak goreng ke pasar, terutama untuk produk MinyaKita yang menjadi pilihan masyarakat. Dengan terjaganya ketersediaan stok, diharapkan harga minyak goreng dapat kembali stabil dan tidak semakin membebani konsumen.








