Langsung ke konten utama
Ekonomi dan Bisnis

Kenaikan Harga BBM Picu Lonjakan Biaya Operasional, Penyedia Jasa Travel Mulai Naikkan Harga

Admin
11 May 2026 16:41
Sumber: admin
Kenaikan Harga BBM Picu Lonjakan Biaya Operasional, Penyedia Jasa Travel Mulai Naikkan Harga

Kenaikan harga BBM non-subsidi mulai berdampak pada jasa angkutan travel di Kabupaten Tabalong. Meningkatnya biaya operasional membuat sebagian penyedia travel masih bertahan dengan tarif lama, sementara lainnya mulai melakukan penyesuaian harga perjalanan.

Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Dexlite, dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya operasional jasa travel meningkat cukup signifikan. Kondisi ini dirasakan oleh sejumlah penyedia jasa angkutan yang menggunakan kendaraan berbahan bakar non-subsidi.

Salah satunya Travel Duta Wiratama yang berlokasi di Jalan Tanjung Selatan, Kecamatan Murung Pudak. Pihak travel mengaku pengeluaran operasional semakin besar akibat naiknya harga BBM, terutama untuk armada yang menggunakan Dexlite.

“Pastinya ya, dari segi operasional itu berdampak banget, karena di Duta Wiratama ini ada dua kendaraan. Maksud ulun, yang pertama menggunakan BBM seperti Pertalite atau Pertamax. Habis itu yang kedua menggunakan solar atau Dexlite, nah di mana dari yang kita tahu sekarang ini Dexlite atau solar naiknya itu lumayan tinggi, yang awalnya 14 ribu sekarang jadi 24 ribu. Baru per dua hari ini ada naik lagi jadi sekitar 26 ribu sampai 27 ribu. Jadi kalau dikatakan berdampak, berdampak banget untuk operasional Duta Wiratama,” ujar Noorhaliza, Admin Travel Duta Wiratama.

Noorhaliza menjelaskan, saat ini pihaknya masih mempertahankan tarif lama meskipun biaya operasional terus meningkat. Tarif perjalanan Tanjung menuju Banjarbaru dan bandara masih sebesar Rp180 ribu, sedangkan rute Tanjung–Banjarmasin berkisar antara Rp230 hingga Rp250 ribu. Namun, jika harga BBM tetap tinggi, penyesuaian tarif kemungkinan akan dilakukan.

Kondisi serupa juga dialami Travel Mitra Tanjung di Kecamatan Murung Pudak. Pemilik travel, Yuli, mengatakan pihaknya sudah menaikkan tarif perjalanan karena tingginya biaya operasional, mulai dari BBM, suku cadang kendaraan, hingga kebutuhan operasional sopir.

“Kalau sebelumnya kita dari Tanjung ke bandara Rp180 ribu, sekarang jadi Rp200 ribu. Kalau dari Tanjung ke Banjarmasin dari Rp230 ribu menjadi Rp250 ribu aja,” ujar Yuli, Owner Travel Mitra Tanjung.

Meski harus menyesuaikan tarif, para pelaku usaha travel berharap harga BBM non-subsidi dapat kembali stabil agar biaya operasional tidak terus membengkak dan masyarakat tetap dapat menikmati layanan transportasi dengan harga terjangkau.

Bagikan artikel ini: