Bank Sampah Ribang Bersinar Beli Minyak Jelantah Rp4.000 per Liter untuk Produksi Sabun

Hadirnya inovasi sabun dan lilin dari minyak jelantah atau Sabilah yang dikembangkan Bank Sampah Ribang Bersinar membawa dampak positif bagi warga. Pasalnya, minyak jelantah yang biasanya dibuang kini bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi.
Bank Sampah Ribang Bersinar Kecamatan Muara Uya terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin.
Hal ini dibuktikan dengan dibelinya minyak jelantah dengan harga yang lebih tinggi dari pengepul. Dari sebelumnya seharga tiga ribu rupiah per liter, kini menjadi empat ribu rupiah per liter.
Tingginya harga ini membuat bahan baku pembuatan sabun dan lilin semakin melimpah, sekaligus berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar.
“Pertama-tama di awal mulanya kami membeli ke pengepul karena belum ada ide. Selanjutnya muncul ide-ide tersebut dan meningkatkan daya jual minyak jelantah itu sendiri yang tadinya mungkin hanya ada laba sedikit, seribu atau lima ratus rupiah. Dengan dibuat menjadi produk sabun cuci dan lilin, itu meningkatkan nilai dari minyak itu sendiri. Jadi dengan demikian pendapatan masyarakat bisa kami bantu tingkatkan, karena kami membeli minyak jelantahnya tidak semurah hanya untuk dijual ke pengepul. Kami juga mendapat laba dari inovasi ini, kemudian masyarakat menjadi lebih terpanggil untuk berkontribusi dalam menjaga alam ini,” kata Yustina Elifyanti, founder Bank Sampah Ribang Bersinar.
Inovasi Sabilah atau sabun dan lilin dari minyak jelantah merupakan salah satu langkah nyata Bank Sampah Ribang Bersinar dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pasalnya, minyak jelantah yang biasanya dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, merusak ekosistem, serta mengganggu kesehatan.
Dengan mengolahnya kembali menjadi sabun, limbah ini berubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.


