Langsung ke konten utama
Agenda

Koordinasi bersama Awak Media perihal Laporan Khusus Hari Jadi ke-61 Tahun Kabupaten Tabalong(07 Nov 2026)·Festival Budaya Dayak Deah(12 Nov 2026)·Jalan Santai Kecamatan Jaro(15 Nov 2026)·Kecamatan Tanta Bersholawat(19 Nov 2026)·Sunatan Masal dan Cek Kesehatan Gratis (CKG)(21 Nov 2026)

Kesehatan

Kasus Diabetes Melitus di Tabalong Meningkat, Dinkes Perkuat Edukasi Masyarakat

P
Portal-Tabalong
02 Feb 2026 20:531 menit baca
Kasus Diabetes Melitus di Tabalong Meningkat, Dinkes Perkuat Edukasi Masyarakat

Kasus penyakit diabetes melitus di Kabupaten Tabalong mengalami peningkatan pada tahun 2025. Untuk mencegah jumlah kasus terus bertambah, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan layanan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, jumlah kasus diabetes melitus atau DM pada tahun 2025 tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, petugas kesehatan mencatat sebanyak 2.646 kasus, terdiri dari 997 pasien laki-laki dan 1.649 pasien perempuan. Sementara pada tahun 2025, jumlah kasus meningkat menjadi 2.938 kasus, dengan rincian 1.028 pasien laki-laki dan 1.910 pasien perempuan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kesehatan Jiwa, dan NAPZA Dinkes Tabalong, Rapolo Manik, memaparkan sejumlah faktor yang memicu terjadinya diabetes melitus. Faktor tersebut antara lain konsumsi gula berlebihan, kegemukan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, serta faktor biologis seperti keturunan, penyakit autoimun, dan pengaruh usia.

Untuk mencegah terjadinya diabetes melitus, masyarakat diimbau memahami keseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori dalam tubuh. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Supaya terhindar dari diabetes, setiap orang harus mengetahui kondisi dirinya, dalam arti berapa kalori yang dibutuhkan dan berapa kalori yang masuk. Cara paling mudah adalah mengetahui indeks massa tubuh, apakah dalam kondisi gemuk atau normal. Memang gemuk belum tentu diabetes dan kurus juga belum tentu tidak diabetes, tetapi ini menjadi salah satu indikator. Jika kesulitan mengetahui caranya, masyarakat bisa datang ke puskesmas terdekat,” ujar Rapolo Manik, Kabid P2P, Kesehatan Jiwa, dan NAPZA Dinkes Tabalong.

Sebagai upaya pencegahan meningkatnya kasus diabetes, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong juga terus meningkatkan layanan informasi kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya diabetes melitus serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Cegah Rabies, DKPPP Tabalong Sediakan 350 Dosis Vaksin Gratis
    Kesehatan·4 hari yang lalu

    Cegah Rabies, DKPPP Tabalong Sediakan 350 Dosis Vaksin Gratis

  2. 02
    Musim Hujan Mengintai, BPBD Tabalong Petakan Wilayah Rawan Banjir
    Tanggap Darurat Bencana·3 hari yang lalu

    Musim Hujan Mengintai, BPBD Tabalong Petakan Wilayah Rawan Banjir

  3. 03
    Warga Tak Perlu Panik, Perahu Evakuasi Disiagakan di Wilayah Rawan Banjir
    Tanggap Darurat Bencana·3 hari yang lalu

    Warga Tak Perlu Panik, Perahu Evakuasi Disiagakan di Wilayah Rawan Banjir

  4. 04
    Bukan Cuma Soal Kelola Pertanian, Petani Tabalong Juga Harus Paham Hukum!
    Pertanian dan Perkebunan·3 hari yang lalu

    Bukan Cuma Soal Kelola Pertanian, Petani Tabalong Juga Harus Paham Hukum!

  5. 05
    Tinggal Panggung Utama! Persiapan MTQ Tabalong di Pugaan Sudah Tembus 95 Persen
    Keagamaan·4 hari yang lalu

    Tinggal Panggung Utama! Persiapan MTQ Tabalong di Pugaan Sudah Tembus 95 Persen