Kabut Asap Mereda, SD di Tabalong Punya Kebijakan Berbeda!

Tabalong – Membaiknya kondisi udara di Tabalong membuat sejumlah sekolah mulai kembali menerapkan pembelajaran tatap muka penuh. Namun, sebagian sekolah masih memilih PTM terbatas, dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Inilah suasana pembelajaran di SD Negeri 2 Tanjung, Senin, 2 November 2026.
Meski kondisi udara mulai membaik, sekolah ini masih menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas, karena angka Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU masih berubah-ubah.
Pembatasan dilakukan melalui pengaturan jam belajar. Untuk kelas satu hingga tiga, kegiatan belajar berlangsung pukul delapan hingga pukul 12 siang. Sedangkan kelas empat hingga enam, berlangsung hingga pukul 13.00.
Kepala SD Negeri 2 Tanjung, Zakaria, menyebut pihak nya masih mempertahankan kebijakan PTM terbatas, sambil menunggu edaran terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong.
"Metode pembelajaran tatap muka kami laksanakan masih dalam keadaan terbatas karena menurut pantauan kami ISPU udara ini masih dalam keadaan merugikan kesehatan di atas 100, jadi kami masih melaksanakan tatap muka terbatas," ujar Zakaria, Kepala SDN 2 Tanjung.
Meski masih dibatasi, kondisi belajar di dalam kelas mulai dirasakan lebih nyaman oleh para siswa, seiring berkurangnya kabut asap.
"Lumayan, soalnya ISPU-nya sudah lumayan berkurang dari waktu-waktu kemaren," tutur Gilang Zaini Hamizan, Pelajar SDN 2 Tanjung.
Berbeda dengan SD Negeri 2 Tanjung, SD Negeri 2 Mabuun kini sudah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka penuh.
Kepala SD Negeri 2 Mabuun, Nina Zurdiana, menjelaskan, kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak Kamis pekan lalu, menyusul kondisi udara yang dinilai semakin membaik dan kabut asap mulai menghilang.
"Kami sudah melakukan tatap muka sudah full 100% dari mulai hari Kamis kemaren sebenarnya, jadi Kamis-Jumat dan hari Senin ini itu kami sudah full yang PTM, tidak terbatas lagi," kata Nina Zurdiana, Kepala SDN 2 Mabuun.
Nina menambahkan, sebelumnya SDN 2 Mabuun juga menjadi salah satu sekolah yang terdampak kabut asap, karena berada di kawasan perkotaan.
Dengan kembali normalnya kegiatan belajar, pihak sekolah mengimbau siswa lebih giat belajar, untuk mengejar materi pembelajaran yang sempat tertunda selama penerapan PTM terbatas.