Bagaimana Kualitas Udara Tabalong Diukur? Kenali AQMS dan ISPU Net

TABALONG – Beberapa waktu terakhir, masyarakat Tabalong semakin familiar dengan ISPU Net, yang menyajikan informasi mengenai kualitas udara. Namun, tahukah Anda dari mana data kualitas udara tersebut berasal, dan bagaimana kondisi udara di Tabalong diukur? Berikut penjelasannya.
Data kualitas udara yang ditampilkan melalui ISPU Net berasal dari hasil pemantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien, atau SPKUA.
SPKUA ini menggunakan Air Quality Monitoring System atau AQMS untuk memantau konsentrasi berbagai parameter pencemar udara secara terus-menerus. Sistem ini menjadi dasar dalam menghasilkan informasi Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU.
Di Kabupaten Tabalong, SPKUA tersebut berada di belakang Kantor Sekretariat DPRD Tabalong. Peralatan ini merupakan bantuan pemerintah pusat dan telah beroperasi sejak April 2025.
Melalui AQMS, kondisi udara dipantau melalui sejumlah parameter, di antaranya PM2,5, PM10, sulfur dioksida atau SO2, karbon monoksida atau CO, ozon atau O3, nitrogen dioksida atau NO2, dan hidrokarbon atau HC.
Data hasil pemantauan kemudian diolah menjadi nilai ISPU, sehingga masyarakat tidak hanya dapat melihat angka, tetapi juga kategori kualitas udara.
Kategori ISPU terbagi menjadi lima: Baik dengan nilai 0 hingga 50, Sedang 51 hingga 100, Tidak Sehat 101 hingga 200, Sangat Tidak Sehat 201 hingga 300, dan Berbahaya di atas 300. Semakin tinggi nilai ISPU, semakin tinggi pula tingkat pencemaran udara.
"Ini untuk ISPU Net ini ya karena berbasis digital, jadi harapan dari Kementerian mudah-mudahan dan semoga semua masyarakat yang ada di Kabupaten Tabalong dan yang ada di kabupaten lain bisa memantau atau menggunakan ISPU Net. Jadi di sini tujuannya ISPU Net ini masyarakat bisa memantau secara langsung kualitas udara atau indeks kualitas udara. Kemudian masyarakat juga bisa memantau sejauh mana tingkat pencemar udara khususnya Kabupaten Tabalong, dan juga di sini masyarakat itu bisa lebih waspada terhadap kesehatan karena di sini dengan suasana asap ataupun akibat dari debu dan juga pembakaran. Kemudian ketiga, masyarakat juga dapat lebih membatasi kegiatan ataupun aktivitas di luar ruangan," ujar Sri Normiati, Kabid PPKL DLH Tabalong.
ISPU Net juga memudahkan masyarakat memantau kondisi udara secara langsung, terutama saat terjadi peningkatan polutan seperti PM2,5 dan PM10.
Informasi ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori yang tidak sehat hingga berbahaya.


