Kabut Asap Menebal, Kualitas Udara Tabalong Masuk Kategori Berbahaya

Kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Tabalong, bahkan kualitas udara di wilayah Bumi Sarabakawa dilaporkan telah masuk dalam kategori berbahaya. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU, angka pencemaran udara di Tabalong sempat menembus angka di atas 400.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong, Erfin Nirza Siregar mengatakan, kondisi kualitas udara saat ini cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data real time dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien atau SPKUA milik Kementerian Lingkungan Hidup, yang terpasang di belakang kantor DPRD Tabalong, kualitas udara menunjukkan kondisi yang sangat buruk.
Partikel PM 2,5 terpantau berada di angka hampir 400, sementara PM 10 juga menunjukkan kondisi yang hampir sama pada 31 Agustus 2026. Kedua parameter tersebut telah masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh semakin tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Tabalong.
Secara kasat mata, kabut asap terlihat semakin pekat dan mulai mengganggu jarak pandang serta menimbulkan risiko gangguan pernapasan. DLH Tabalong mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan. Masyarakat diharapkan lebih banyak berada di dalam ruangan, serta meminimalisir aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri dari paparan partikel asap.
"Pada saat ini secara real time menunjukkan untuk PM2,5 atau partikel partikulat (particulate matter) 2,5 itu kualitasnya amat jelek sampai di angka 399, dan untuk PM10 juga hampir sama, dan dua-duanya secara kualitas sudah masuk ke dalam tingkat berbahaya, dan tindakan preventif diharapkan penduduk atau masyarakat warga-warga sekitar diharapkan berada di dalam ruangan dan melakukan sedikit aktivitas di luar ruangan, dan kalau melakukan aktivitas diharapkan menggunakan masker," kata Erfin Nirza Siregar, Kepala DLH Tabalong.
Kondisi kualitas udara di Tabalong juga sempat menempatkan daerah ini dalam peringkat 6 daerah dengan cemaran kabut asap tertinggi di Indonesia. Meski demikian, hasil pemantauan kualitas udara tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat berdasarkan kondisi di lapangan.


