Langsung ke konten utama
Selamat Datang

Portal Informasi Kabupaten Tabalong

Kesehatan

Kabut Asap Menebal, Kualitas Udara Tabalong Masuk Kategori Berbahaya

P
Portal-Tabalong
02 Sep 2026 19:562 menit baca
Kabut Asap Menebal, Kualitas Udara Tabalong Masuk Kategori Berbahaya

Kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Tabalong, bahkan kualitas udara di wilayah Bumi Sarabakawa dilaporkan telah masuk dalam kategori berbahaya. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU, angka pencemaran udara di Tabalong sempat menembus angka di atas 400.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong, Erfin Nirza Siregar mengatakan, kondisi kualitas udara saat ini cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data real time dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien atau SPKUA milik Kementerian Lingkungan Hidup, yang terpasang di belakang kantor DPRD Tabalong, kualitas udara menunjukkan kondisi yang sangat buruk.

Partikel PM 2,5 terpantau berada di angka hampir 400, sementara PM 10 juga menunjukkan kondisi yang hampir sama pada 31 Agustus 2026. Kedua parameter tersebut telah masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh semakin tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Tabalong.

Secara kasat mata, kabut asap terlihat semakin pekat dan mulai mengganggu jarak pandang serta menimbulkan risiko gangguan pernapasan. DLH Tabalong mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan. Masyarakat diharapkan lebih banyak berada di dalam ruangan, serta meminimalisir aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri dari paparan partikel asap.

"Pada saat ini secara real time menunjukkan untuk PM2,5 atau partikel partikulat (particulate matter) 2,5 itu kualitasnya amat jelek sampai di angka 399, dan untuk PM10 juga hampir sama, dan dua-duanya secara kualitas sudah masuk ke dalam tingkat berbahaya, dan tindakan preventif diharapkan penduduk atau masyarakat warga-warga sekitar diharapkan berada di dalam ruangan dan melakukan sedikit aktivitas di luar ruangan, dan kalau melakukan aktivitas diharapkan menggunakan masker," kata Erfin Nirza Siregar, Kepala DLH Tabalong.

Kondisi kualitas udara di Tabalong juga sempat menempatkan daerah ini dalam peringkat 6 daerah dengan cemaran kabut asap tertinggi di Indonesia. Meski demikian, hasil pemantauan kualitas udara tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat berdasarkan kondisi di lapangan.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Kabut Asap Memburuk, Pemkab Tabalong Alihkan Pembelajaran ke Sistem PJJ
    Pendidikan·1 hari yang lalu

    Kabut Asap Memburuk, Pemkab Tabalong Alihkan Pembelajaran ke Sistem PJJ

  2. 02
    RDP DPRD Tabalong Hasilkan 4 Poin Kesepakatan dari Perselisihan Warga Padangin & PT Adaro
    Pemerintahan·6 hari yang lalu

    RDP DPRD Tabalong Hasilkan 4 Poin Kesepakatan dari Perselisihan Warga Padangin & PT Adaro

  3. 03
    Pilkades 2027 Terapkan Aturan Baru, Calon Tunggal Bisa Maju
    Info Pemilu·1 bulan yang lalu

    Pilkades 2027 Terapkan Aturan Baru, Calon Tunggal Bisa Maju

  4. 04
    Persiapan Haji 2027 Dimulai, Jemaah Tabalong Lakukan Perekaman Biometrik
    Info Haji·6 hari yang lalu

    Persiapan Haji 2027 Dimulai, Jemaah Tabalong Lakukan Perekaman Biometrik

  5. 05
    Disnaker Usulkan Tambahan 11.286 Pekerja Rentan Penerima Jamsostek di APBD Perubahan 2026
    Ketenagakerjaan·6 hari yang lalu

    Disnaker Usulkan Tambahan 11.286 Pekerja Rentan Penerima Jamsostek di APBD Perubahan 2026