Literasi Bisa Ubah Kualitas Hidup? Ini Harapan Kang Maman dan Erlyn untuk Tabalong

Festival Literasi Tabalong diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, namun mampu menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan literasi. Pasalnya penguatan literasi secara berkelanjutan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Hal tersebut diungkapkan pegiat literasi nasional Maman Suherman usai pembukaan Festival Literasi yang digelar Dispersip Tabalong pada Rabu 23 September 2026, di Gedung Sarabakawa Tanjung.
Pria yang akrab disapa Kang Maman ini mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi Tabalong. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi pemantik untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami, mengolah, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh, agar memberikan dampak positif dan memberdayakan masyarakat.
"Alhamdulillah akhirnya Kota Tabalong juga mengadakan Festival Literasi Tabalong. Ini bagus untuk menjadi pemantik dan mengingatkan semua warga Tabalong tentang pentingnya keliterasian, yang tidak sekedar mengajak orang untuk baca dan tulis, tapi bagaimana memahami, mengerti, dan kemudian mengaplikasikan apa yang didapatkannya dalam lumbung-lumbung pengetahuan menjadi sesuatu yang memberdayakan yang produktif. Jadi kita harus melihat hulu dan hilirnya, dari membaca sampai kepada mampu gak dia merubah taraf kehidupan masyarakat, Festival Literasi menjadi salah satu pengingat pemantik tentang hal tersebut," kata Kang Maman Suherman, Pegiat Literasi Nasional.
Kang Maman berharap, Pemerintah Kabupaten Tabalong terus menghadirkan terobosan untuk memperkuat literasi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan indeks pembangunan literasi dan indeks pembangunan manusia, sekaligus mendorong generasi muda menjadi SDM yang produktif, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.
Hal senada disampaikan pegiat literasi nasional, Erlyn Sulistyaningsih. Ia menilai, Festival Literasi merupakan langkah positif yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan menjangkau berbagai kalangan masyarakat.
"Ini suatu langkah yang baik sekali dan saya sih berharap Festival Literasi ini terus digaungkan karena pekerjaan literasi masyarakat kita itu tidak bisa dikerjakan dalam satu kali, itu harus terus-menerus menjangkau semua kalangan masyarakat supaya mereka ini dengan literasi mereka itu bisa berdaya dan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tabalong," ujar Erlyn Sulistyaningsih, Pegiat Literasi Nasional.
Dalam Festival Literasi Tabalong, Kang Maman Suherman mengisi talkshow bertajuk “Kebanyakan Radiasi Kekurangan Literasi”.
Sementara itu, Erlyn Sulistyaningsih menyampaikan materi “Transformasi Perpustakaan dari Ruang Baca Menjadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat Berdaya Saing”.

