Perkuat Ketahanan Pangan, Tabalong Tawarkan Industri Unggas Terintegrasi sebagai Investasi Unggulan

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tabalong menetapkan sektor ketahanan pangan melalui pengembangan industri pengolahan unggas terintegrasi sebagai salah satu proyek investasi unggulan yang siap ditawarkan kepada para investor.
Kabupaten Tabalong memiliki beragam potensi investasi yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari kehutanan, pertanian, perkebunan, ketahanan pangan hingga pariwisata. Dari berbagai potensi ini, DPMPTSP Tabalong memetakan dua sektor unggulan yang dinilai paling prospektif dan selaras dengan arah pembangunan nasional maupun Tabalong.
Salah satu sektor yang menjadi prioritas adalah ketahanan pangan melalui pembangunan industri pengolahan unggas terintegrasi. Proyek ini masuk dalam kategori Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang disiapkan untuk menarik minat investor.
Kepala Bidang Perencanaan Penanaman Modal dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Tabalong, Ruzaida Fitriani menjelaskan, penetapan sektor unggulan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai dokumen perencanaan pembangunan, mulai dari prioritas nasional hingga ketentuan tata ruang yang berlaku di Tabalong.
"Nah, dari sektor-sektor yang sudah kami petakan ada dua sektor saat ini yang kami unggulkan. Itu berdasarkan kita melihatnya dari program prioritas nasional, program prioritas kabupaten, bersesuaian dengan RPJM, RPJMN, RPJMD Provinsi, dan juga RPJMD Kabupaten, serta RDTR dan juga RTRW yang ada di Kabupaten Tabalong. Nah, saat ini sektor unggulan yang kami coba petakan itu sektor dari ketahanan pangan, yaitu pengolahan industri unggas terintegrasi di Kabupaten Tabalong," ujar Ruzaida Fitriani, Kabid Perencanaan Penanaman Modal dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Tabalong.
Ruzaida menambahkan, proyek industri pengolahan unggas terintegrasi ini memiliki potensi pasar yang luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan lokal Tabalong, wilayah Banua Anam, Ibu Kota Nusantara, hingga peluang ekspor ke berbagai negara.
Ruzaida pun berharap, kehadiran industri ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan industri, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa negara melalui kegiatan ekspor.








