UMKM Tabalong Terdampak Pemadaman Listrik, Produksi hingga Penjualan Terganggu

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Kabupaten Tabalong mengaku terdampak akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan pasokan listrik menyebabkan produksi menurun, meningkatkan risiko kerugian, hingga memengaruhi kelancaran usaha masyarakat.
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tabalong memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pelaku UMKM. Beberapa usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik terpaksa mengurangi produksi, bahkan menunda kegiatan usaha.
Salah satunya dialami pengusaha es kristal di Desa Jangkung, Kecamatan Tanjung. Pemilik usaha, Rizki, mengaku setiap pemadaman listrik membuat proses produksi berhenti total. Akibatnya, waktu pembekuan es menjadi lebih lama dan kapasitas produksi turun dari sekitar 150 kilogram menjadi hanya sekitar 100 kilogram per hari. Saat ini Rizki mengaku belum memiliki sumber listrik cadangan, seperti genset, karena pertimbangan mahalnya BBM.
Kondisi tersebut membuat permintaan pelanggan tidak dapat dipenuhi secara maksimal. Meski sebagian pelanggan memaklumi, tidak sedikit yang memilih mencari pemasok lain agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi.
"Untuk dampaknya ini sangat besar, karena produksi yang awalnya penuh seharian jadi sekarang jadi kurang. Selain itu, waktu untuk pembekuan air juga jadi lebih lama kalau mulai awal lagi," ujar Rizki, Pengusaha Es Kristal.
Dampak serupa juga dirasakan pelaku usaha penjual ikan hias. Pemilik Toko Intan Aquarium mengaku menunda pemasukan stok ikan baru karena khawatir dengan tingginya risiko kematian ikan saat listrik padam. Selain itu, peralatan akuarium juga berisiko mengalami kerusakan akibat gangguan listrik yang berulang.
"Ya kita memasok ikan jadi pikir-pikir lagi mun gini. Nah, makanya kami ini kan biasanya setiap awal bulan selalu memasok ikan hias ke toko ini, tapi saat ini karena situasi masih belum kondusif, belum pasti lah masalah pemadaman ini. Ya rata-rata pedagang ikan hias ini otomatis bertahan ae dulu melihatkan situasi. Karena ikan yang baru datang itu lebih rentan terhadap putusnya listrik ini. Jadi risiko kematian ikan hias kami jadi tinggi," tutur Haji Yadin, Pemilik Toko Intan Aquarium.
Para pelaku UMKM berharap pemadaman listrik bergilir dapat segera teratasi. Mereka optimistis, dengan pasokan listrik yang stabil, aktivitas produksi dan usaha dapat kembali normal sehingga mampu menjaga pendapatan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tabalong.


