Lewat P4K, Dinkes Kalsel Dorong Pencegahan Komplikasi dan Kematian Ibu

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menekankan pentingnya P4K dalam proses kehamilan ibu. Pasalnya, dalam P4K seluruh pihak terlibat dalam pemantauan kesehatan hingga perencanaan persalinan pada ibu hamil.
Hal ini diungkapkan oleh Seksi Kesehatan Dasar (Kesda) dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Renta Aritonang, yang menjadi narasumber pada kegiatan penguatan Program Pertolongan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Tabalong pada 13 Mei 2026.
Renta menjelaskan bahwa P4K merupakan bagian dari layanan kesehatan ibu dan anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan banyak pihak seperti suami, keluarga, hingga berbagai lapisan masyarakat di sekitar untuk turut memperhatikan kondisi ibu hamil di wilayahnya, baik dari segi pendataan, persiapan transportasi untuk proses persalinan ibu hamil, hingga persiapan calon donor darah jika diperlukan.
“Dengan aktifnya P4K yang ada di masyarakat ini akan mengaktifkan juga para tokoh masyarakat, tokoh agama, kemudian kader-kader, kemudian tim penggerak PKK untuk bisa aktif membantu ibu hamil di dalam P4K-nya. Diketahui P4K adalah pertolongan persalinan dan pencegahan komplikasi,” ujar Renta Aritonang, Seksi Kesda dan Gizi Bidang Kesmas Dinkes Kalsel.
Renta juga menjelaskan, melalui program P4K ini para bidan dapat mendeteksi tanda bahaya pada ibu sehingga perencanaan persalinan yang matang dapat dilakukan dan pencegahan kematian ibu dan bayi dapat benar-benar dicegah.
Renta juga berharap seluruh bidan dapat memastikan bahwa stiker P4K yang berisi informasi ibu hamil hingga tempat persalinan dapat terpasang di seluruh rumah ibu hamil, sehingga semua pihak dapat mengetahui dan turut memantau perkembangan ibu hamil tersebut.








