Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Tabalong Optimalkan Peran Bidan pada P4K

Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong menggelar kegiatan penguatan P4K kepada para bidan di Kabupaten Tabalong. Melalui kegiatan tersebut, para bidan diharapkan dapat memberikan pendampingan maksimal kepada ibu hamil sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat diminimalisir dengan baik.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong melalui Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas menggelar kegiatan penguatan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi 50 orang bidan desa dan puskesmas di Kabupaten Tabalong. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong pada 12 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan wawasan para bidan dalam mendampingi kehamilan hingga proses persalinan ibu, sekaligus membahas terkait masalah dan kendala yang dialami para bidan selama di lapangan, serta menguatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam pencegahan kematian ibu dan bayi.
Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Ahmad Baihaki, menekankan pentingnya kegiatan ini mengingat para bidan merupakan ujung tombak di lapangan yang dapat memastikan dan melihat langsung kondisi ibu hamil. Sehingga para bidan diharapkan dapat memahami lebih dalam apa itu program P4K dan pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak sebagai alat monitor kesehatan.
“terkait dengan buku merah yang dipegang oleh ibu hamil tentunya adalah sebagai alat monitor bagi bidan selaku pendamping untuk pertolongan dan pencatatan kepada ibu hamil tersebut. Jadi dari sana kita bisa mengoptimalkan dari semenjak kehamilan sampai nanti proses kelahiran seperti itu,” ujar Ahmad Baihaki, Kepala Dinkes Tabalong.
Baihaki pun berharap agar para bidan dapat menyimak secara saksama materi yang disampaikan oleh para narasumber, sehingga ilmu yang didapat benar-benar diserap dan diimplementasikan dengan baik, serta diharapkan berdampak pada berkurangnya angka kematian ibu dan bayi.








