Bagikan Ratusan Kantong Kain, Pemkab Tabalong Ajak Warga Tinggalkan Plastik Sekali Pakai

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kabupaten Tabalong mengajak masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Salah satunya dengan membagikan ratusan kantong kain yang dapat digunakan berulang kali saat berbelanja.
Selain melaksanakan apel, penanaman pohon, dan aksi bersih-bersih lingkungan, Pemerintah Kabupaten Tabalong juga menggelar kegiatan pembagian kantong kain kepada masyarakat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar pada 6 Juni 2026 di seputaran Monumen Tanjung Puri Mabuun.
Pembagian kantong kain dilakukan oleh Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, bersama Dandim 1008 Tabalong dan para peserta peringatan Hari Lingkungan Hidup lainnya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang selama ini menjadi penyumbang sampah lingkungan.
Sebanyak ratusan kantong kain dibagikan kepada masyarakat. Dengan ukuran yang cukup besar dan bahan yang kuat, kantong tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif saat berbelanja maupun beraktivitas sehari-hari.
Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan membawa kantong kain dari rumah. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi timbunan sampah plastik di lingkungan.
"Pengurangan kantong plastik sendiri sudah berjalan. Kita ketahui harga plastik juga mahal. Maka dari itu, kita manfaatkan kain-kain pembungkus untuk membawa barang-barang kita. Dari rumah kita bawa sendiri. Di rumah rata-rata punya kantong kain atau goodie bag, kita bawa ketika berbelanja agar dapat menurunkan sampah plastik tersebut," ujar Habib M. Taufani Alkaf, Wakil Bupati Tabalong.
Habib Muhammad Taufani Alkaf menambahkan, perubahan besar untuk menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh masyarakat. Mengingat sampah plastik memerlukan waktu sangat lama untuk terurai, pengurangan penggunaannya menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kelangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.








