Pemkab Tabalong Bagi Seragam Gratis, Penjahit Lokal Dapat Order

TANJUNG – Jelang realisasi program seragam sekolah gratis, Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar rapat koordinasi bersama penjahit di wilayah utara Tabalong. Kegiatan digelar di Kantor Kecamatan Haruai, Jumat, 3 Oktober 2026.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani, dan turut dihadiri sejumlah penjahit di wilayah utara Tabalong.
Rakor digelar sebagai bagian dari persiapan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa PAUD hingga SMP, serta baju muslim bagi siswa SD dan SMP.
Yang mana khusus wilayah utara, program ini menyasar 206 sekolah dengan total 20 ribu 743 pesanan seragam.
Penjahit yang terlibat terdiri dari 26 orang dari Haruai, 15 dari Upau, 28 dari Jaro, 20 dari Bintang Ara, dan 44 dari Muara Uya.
Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani, menjelaskan pelaksanaan program diarahkan untuk melibatkan penjahit dan UMKM di masing-masing wilayah, sehingga manfaat anggaran tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi juga pelaku usaha lokal.
"Pengadaan ini kami tetapkan yaitu kami serahkan ke sekolah dan dilaksanakan oleh penjahit lokal di Tabalong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi ini yang kami lakukan Bapak Ibu, ini kesempatan kalian semua. Artinya, ini dari kita dan untuk kita semua," ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, menjelaskan program seragam gratis merupakan bagian dari program BOSDA Pemerintah Kabupaten Tabalong.
"Untuk kegiatan pemberian bantuan seragam gratis bagi siswa ini merupakan program dari BOSDA, dana Bantuan Operasional Daerah Kabupaten Tabalong, yang mana dari Dinas Pendidikan Tabalong akan menyalurkan Dana BOS sejumlah siswa pada satuan pendidikan masing-masing. Nah, dari situlah kami nanti hitungkan dan kami tambahkan Dana BOSDA-nya untuk alokasi pengadaan seragam gratis. Jadi nanti untuk pengadaan seragam ini akan dilaksanakan oleh satuan pendidikan masing-masing yang ada di Tabalong dan mereka akan melakukan kerja sama kepada penyedia UMKM yang ada di wilayahnya masing-masing," tutur Gusti Judid Ihsan Permana, Kepala Disdikbud Tabalong.
Judid menambahkan, program seragam sekolah gratis diharapkan dapat meringankan pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
Di sisi lain, pelibatan penjahit lokal menjadi peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pesanan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.
Diketahui secara keseluruhan, program seragam gratis di Tabalong menyasar 572 sekolah, dengan total 63 ribu 435 pesanan, serta melibatkan 324 penjahit lokal.
