Lewat Program Satu Desa Satu Dai, 131 Anak Tabalong Dapat Beasiswa Pesantren

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Hajah Noor Fauziah Haji Supiani Mabuun. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan komitmen Pemkab untuk mendorong program Tabalong Relijius melalui program Satu Desa Satu Dai. Hingga saat ini sebanyak 131 anak asal Tabalong telah mendapatkan beasiswa, melalui kerjasama pemerintah daerah dengan sembilan pesantren di Kabupaten Tabalong.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Hajjah Noor Fauziah Haji Supian Mabuun, Kecamatan Murung Pudak pada 12 September 2026. Dalam kegiatan ini, Bupati menyampaikan komitmen pihaknya untuk mewujudkan Tabalong yang religius, salah satunya melalui program Satu Desa Satu Da'i.
Melalui program ini, Pemkab Tabalong telah memfasilitasi beasiswa bagi 131 anak dari seluruh desa dan kelurahan yang ada di Tabalong. Beasiswa pendidikan agama diberikan melalui 9 pondok pesantren yang telah dikerjasamakan Pemkab Tabalong. Melalui program ini, penerima beasiswa disiapkan jadi generasi yang berilmu agama untuk mengabdi di desanya masing-masing.
Salah satu yang disampaikan Bupati yaitu terus didorongnya visi Tabalong SMART, khususnya pada aspek Tabalong Relijius melalui program Satu Desa Satu Dai. Program ini diharapkan mampu menyiapkan generasi yang memiliki bekal ilmu agama, untuk kemudian kembali dan berkontribusi di desa masing-masing.
"Program Tabalong yang relijius yaitu satu desa satu dai, alhamdulillah sudah 131 anak anak kita yang sudah kita beasiswakan dengan kerjasama sembilan pesantren di Kabupaten Tabalong, dan ini akan terus kita lanjutkan sehingga mereka nantinya bisa melanjutkan kuliah, melanjutkan ilmu agama yang lebih tinggi lagi, kembali ke tanah air dan mengisi dai dai disetiap desa di Kabupaten Tabalong," kata Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Dukungan terhadap kehidupan keagamaan di Tabalong tak hanya melalui beasiswa. Sejak tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tabalong juga memberikan insentif bagi kaum atau marbot langgar dan mushola, serta menanggung biaya listriknya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kegiatan keagamaan di tingkat masyarakat, sekaligus menjaga agar program Tabalong Relijius tidak hanya berjalan melalui kegiatan seremonial, namun juga memberikan dukungan nyata bagi pendidikan dan aktivitas keagamaan. Pemerintah Kabupaten Tabalong berharap program Satu Desa Satu Dai dapat terus berlanjut, sehingga lulusan pesantren yang mendapatkan beasiswa, nantinya dapat kembali ke Tabalong dan mengisi peran dakwah di desa-desa.


