Selama Juli 2026 Damkar Tabalong Tangani 16 Laporan Non-Kebakaran, Didominasi Evakuasi Satwa Liar

Tidak hanya menangani kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabalong juga terus memberikan layanan penyelamatan bagi masyarakat. Selama Juli 2026, petugas mencatat belasan laporan non-kebakaran yang berhasil ditangani.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tabalong, Muhammad Jahyani, yang diwawancarai di ruangannya, pada Rabu 22 Juli 2026.
Muhammad Jahyani menjelaskan, hingga pertengahan Juli 2026 terdapat 16 laporan non-kebakaran yang telah ditangani Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tabalong. Laporan yang masuk meliputi evakuasi satwa liar atau animal rescue, evakuasi cincin, membuka rolling door, membantu mobil mogok hingga penanganan aki kendaraan yang bermasalah.
Dari seluruh laporan yang masuk, evakuasi satwa menjadi jenis penanganan yang paling dominan. Petugas hampir setiap hari menerima laporan ular masuk rumah, biawak berkeliaran di permukiman, maupun kucing yang terjebak di atap atau plafon rumah.
"Jadi rata-rata ada ular masuk rumah, kemudian juga biawak masuk rumah, ada kucing yang terjebak di pelapon, dan hal-hal seperti itu sudah menjadi rutin kita sebagai anggota kita. Hampir setiap hari di post call kita itu hampir pernah tidak ada laporan, selalu ada laporan. Dan rata-rata yang masuk ini laporan dari Wilayah Tengah Kabupaten Tabalong, yaitu Tanjung, Murung Pudak, maupun Tanta. Itu rutin masuk ke tempat kita dan Alhamdulillah anggota kita selalu sigap, dan tidak pernah ada laporan yang tidak kita lanjutin," kata Muhammad Jahyani, Kabid Damkar.
Jahyani menambahkan, untuk memudahkan pelaporan, Damkar Tabalong menyediakan layanan melalui nomor WhatsApp dan frekuensi radio yang telah disebarluaskan kepada masyarakat. Meski demikian, petugas mengaku masih sering menerima laporan palsu. Sehingga setiap informasi yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu agar personel tidak teralihkan dari kejadian darurat yang sesungguhnya.
Jahyani juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat secara bijak dan tidak menyalahgunakan nomor pengaduan, sehingga petugas dapat memberikan respon cepat kepada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.


