Perluas Beasiswa 1.000 Sarjana, Pemkab Tabalong Gandeng Poliban dan ITSK RS. Dr. Soepraoen Malang

Pemerintah Kabupaten Tabalong kembali menjalin kerjasama dengan 2 perguruan tinggi. Kerjasama dilakukan untuk mendukung upaya peningkatan sumber daya manusia atau SDM di Tabalong.
Kerjasama kali ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabalong dengan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) serta Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS. Dr. Soepraoen Malang.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Bupati Tabalong Haji Muhammad Noor Rifani, bersama Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Poliban, M. Syafwansyah Efendi, serta Rektor ITSK RS. Dr. Soepraoen Malang, Brigjen TNI Purnawirawan Dokter Sutrisno, pada Selasa 14 Juli 2026 di Aula BPKAD Lantai 2.
Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani mengatakan, kerjasama ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa 1.000 sarjana.
Ia menilai bahwa Kabupaten Tabalong masih membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang-bidang teknis seperti kesehatan, konstruksi hingga pertambangan.
"Jadi ini dalam rangka kita untuk mendukung program beasiswa 1.000 sarjana khususnya di poliban dan itsk. Kenapa kita lakukan karena kita memang memetakan bahwasanya di kabupaten tabalong masih memerlukan tenaga-tenaga teknis baik itu teknis kesehatan ataupun teknis konstruksi ataupun teknis pertambangan. Dengan cara kita melakukan kerjasama dengan poliban dan itsk ini kita berharap nanti putra putri tabalong nantinya bisa berkualiah dan kita beasiswakan sehingga kembali ke tabalong nanti bisa menjadi pemain mengisi kebutuhan tenaga kerja yang di perlukan di kabupaten tabalong," kata M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Bupati menambahkan, bahwa program ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Tabalong dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pemkab pun ingin memberikan harapan agar putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan mampu bersaing seperti generasi muda di daerah lain.



