OPP PT SIS Terapkan Pelatihan Ketat, Cetak Operator Berstandar Industri Pertambangan

PT Saptaindra Sejati Site Admo menerapkan tahapan pelatihan yang ketat bagi peserta Operator Preparation Program atau OPP. Seluruh peserta wajib melewati setiap proses, mulai dari pembinaan mental hingga uji kompetensi dan sikap kerja, sebelum dinyatakan layak menjadi operator alat berat di industri pertambangan.
Operator Preparation Program atau OPP dirancang untuk memastikan setiap calon operator alat berat memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai dengan standar keselamatan kerja di industri pertambangan. Hal ini disampaikan Chief Operation Admo PT Saptaindra Sejati, Agus Harsanto, saat pelepasan peserta OPP di Balai Rakyat Haji Dandung Suchrowardi, 14 Juli 2026.
Proses pelatihan diawali dengan pembinaan mental dan fisik atau bintalsik di Banjarmasin menggunakan sistem karantina penuh. Setelah itu, peserta mengikuti pembelajaran di kelas selama satu minggu sebelum melanjutkan pelatihan menggunakan simulator hingga memenuhi batas toleransi kesalahan yang ditetapkan. Peserta kemudian memasuki latihan gerakan dasar dan menjalani pendampingan langsung oleh instruktur serta operator senior selama kurang lebih 500 jam di lapangan. Seluruh proses dilakukan di bawah pengawasan ketat untuk memastikan peserta benar-benar siap menjalankan tugas sebagai operator alat berat.
Menurut Agus Harsanto, kelulusan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan alat, tetapi juga sikap kerja, kedisiplinan, dan etos kerja. Bahkan, uji akhir dilakukan langsung oleh kepala bagian sebagai penilaian akhir sebelum peserta dinyatakan layak bekerja.
"Jadi ini tidak main-main yang mau ngetes itu adalah kepala bagian sendiri. Ya kalau mereka lulus maka baru akan layak. Lulus dalam hal ini bukan hanya skill tapi yang paling penting adalah attitudenya," ujar Agus Harsanto, Chief Operation Admo PT Saptaindra Sejati.
Agus menambahkan, tahapan pelatihan yang ketat diterapkan karena industri pertambangan memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi. Oleh sebab itu, setiap operator harus memiliki kemampuan teknis yang baik, kesiapan mental, serta budaya kerja yang mengutamakan keselamatan.



