67 Mahasiswa STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong Ikuti KKN Tahun 2026

Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong secara resmi dilepas untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ke-6 tahun 2026. Melalui program tersebut, diharapkan seluruh mahasiswa dan mahasiswi dapat membawa manfaat bagi masyarakat, dan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama KKN.
Sebanyak 67 orang mahasiswa dan mahasiswi semester 7 STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong dilepas Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN, pada Minggu, 19 Juli 2026, di Halaman Pendopo Bersinar Pembataan.
67 orang ini terdiri dari 35 orang berasal program studi Pendidikan Agama Islam, dan 32 orang dari program studi Manajemen Pendidikan Islam. Mereka akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 2 bulan, ditempatkan di 7 desa yang ada di Kecamatan Muara Harus.
Ketua STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong, Erwan Mardani berharap seluruh mahasiswa dan mahasiswi memiliki target yang jelas selama menjalankan KKN. Selain memberikan kontribusi bagi masyarakat, hasil dari kegiatan KKN diharapkan dapat menjadi bekal dalam menyusun praskripsi hingga menyelesaikan studi tepat waktu.
"Kita berharap yang 67 orang yang akan berangkat KKN ini juga harus ada target, baik PAI maupun MPI. Jadi targetnya apa? Sekian bulan di sana minimal 2 bulan ya KKN itu harus ada oleh-oleh setelah pulang dari sana dari Kecamatan Muara Harus karena ada 7 desa yang akan ditempati nanti karena selesai KKN, pulang sudah ada persiapan untuk menyusun praskripsi. Jadi target kita di tahun akademik 2025-2026 ini harus selesai dan bisa wisuda," tutur Erwan Mardani, Ketua STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong.
Selain 67 orang peserta KKN ini, ada pula 10 mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang melaksanakan KKN mandiri tersebar di beberapa desa di Tabalong sesuai tempat tinggal dikarenakan sudah bekerja.


