Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat demi Kinerja Penyuluh Pertanian yang Optimal Pasca Peralihan Status

Pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi untuk menjaga kinerja penyuluh pertanian pasca pengalihan status kepegawaian ke Kementerian Pertanian. Melalui temu penyuluh pertanian di Tabalong, diharapkan para penyuluh tetap optimal mendampingi petani demi mewujudkan swasembada pangan.
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, Muhammad Arsyad, saat diwawancarai usai mengikuti temu penyuluh pada Kamis, 21 Mei 2026, di Hotel Jelita Tanjung.
Ia menegaskan bahwa meskipun status penyuluh pertanian kini berada di bawah Kementerian Pertanian, para penyuluh tetap harus menjalankan peran dalam mendukung program pertanian di daerah.
Melalui kegiatan ini, pihaknya juga memastikan bahwa perpindahan status penyuluh pertanian pasca Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tidak memberikan dampak negatif terhadap produktivitas pertanian di Tabalong. Oleh karena itu, sinergi antara Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah dinilai sangat penting untuk mendukung keberhasilan program swasembada pangan.
“Sekalipun PPL ini pasca penarikan ke pusat, tapi saya memandang punya keterkaitan yang sangat baik antara penyuluh pertanian yang sudah ditarik statusnya ke pusat, tapi bekerja untuk rentang kendali kementerian dan rentang kendali pemerintah daerah. Jadi tujuan kita termasuk di temu teknis ini untuk memastikan bahwa tidak ada dampak negatif dari penyuluh pertanian ini pasca Inpres itu terhadap produktivitas pertanian di daerah. Dan tentu kita sangat berharap bahwa Kementerian Pertanian membangun pertanian tidak bisa dilakukan sendiri dalam arti pusat, tapi kita butuh dukungan pemerintah daerah untuk seluruh program yang tadi sudah kita sampaikan,” ujar Muhammad Arsyad, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian.
Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Wahida Annisa Yusuf. Ia mengapresiasi kinerja para penyuluh pertanian di Tabalong yang dinilai memiliki kinerja baik dalam mendampingi petani.
Wahida juga menyebut berbagai keluhan yang disampaikan penyuluh terkait proses peralihan status kepegawaian saat ini tengah dalam tahap perbaikan oleh Kementerian Pertanian. Ia berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.
“PPL di sini luar biasa kinerjanya dan kita sangat senang melihat kinerja kawan-kawan di sini. Jadi keluhan ini memang di beberapa tempat di kabupaten itu umumnya sama. Jadi memang kita di Kementerian Pertanian sedang berproses untuk terus memperbaiki, karena proses perpindahan ini tidak sedikit, saat ini sangat banyak dan sistem itu selalu di-update, diperbaiki agar semua permasalahan seperti ini bisa segera diatasi. Mudah-mudahan mungkin dalam tiga atau enam bulan itu bisa sudah selesai untuk permasalahan-permasalahan tersebut,” tutur Wahida Annisa Yusuf, Kepala BRMP Provinsi Kalimantan Selatan.
Wahida berharap dengan adanya temu penyuluh ini, kinerja para penyuluh di Tabalong semakin baik dan mampu mengawal program-program strategis dari Kementerian Pertanian. Pasalnya, para penyuluh merupakan ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan di daerah.








