Satu-satunya di Tabalong, BUMDesMa Sumber Makmur Sejahtera Luncurkan Unit Usaha Penyewaan Bus Pariwisata

Badan Usaha Milik Desa Bersama atau BUMDesMa Sumber Makmur Sejahtera Kecamatan Muara Uya resmi meluncurkan unit usaha penyewaan bus pariwisata. Inovasi ini menjadi yang pertama di Kabupaten Tabalong dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus mendukung kebutuhan transportasi masyarakat.
Unit usaha penyewaan bus pariwisata milik BUMDesMa Sumber Makmur Sejahtera Kecamatan Muara Uya resmi dioperasikan setelah diresmikan oleh Bupati Tabalong pada Kamis, 25 Juni 2026, di halaman Rumah Jabatan Bupati Tabalong. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi.
Unit usaha ini merupakan hasil kerja sama 14 desa di Kecamatan Muara Uya yang bergabung dalam BUMDesMa Sumber Makmur Sejahtera. Masing-masing desa menyertakan modal sebesar 100 juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025, dengan total penyertaan modal mencapai 1,4 miliar rupiah.
"Asal usul modal ini kita ambil dari dana DDS karena ada beberapa kemarin itu sebelum pengurangan dana kita, Pak. Kenapa baru keluar bus ini, indennya yang lebih lama. Seharusnya tahun 2025 kita sudah mendapat bus ini, karena saking lamanya indennya itu maka 2026 baru diantar ke sini," ujar Mulyadi Trisno, Kepala Desa Uwie.
Sekretaris BUMDesMa Sumber Makmur Sejahtera, M. Nor Reza Yusuf, menjelaskan dari total modal yang terkumpul, sebesar 1,2 miliar rupiah digunakan untuk pembelian satu unit bus pariwisata. Sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional dan pengelolaan usaha.
"Kalau untuk unit usahanya ini kan kalau untuk berusaha kayak berdagang sudah biasa, sama ini kan untuk BUMDes bersama modalnya lumayan besar. Jadi supaya mengamankan modal tadi langsung kami jadikan aset supaya menghindari hal-hal, entah itu kerugian atau apa, yang pasti asetnya aman dulu. Urusan berjalannya akan kami usahakan supaya beroperasi secara maksimal," ujar M. Nor Reza Yusuf, Sekretaris BUMDesMa Sumber Makmur Sejahtera.
Bus pariwisata berkapasitas 32 penumpang ini langsung siap melayani masyarakat setelah peresmian. Layanan penyewaan sudah termasuk sopir dan kernet, dengan tarif yang disesuaikan berdasarkan tujuan perjalanan. Kehadiran unit usaha ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi desa-desa anggota BUMDesMa sekaligus menjadi contoh pengembangan usaha desa melalui kolaborasi antardesa.

