Langsung ke konten utama
Selamat Datang

Portal Informasi Kabupaten Tabalong

Petani Bahungin Sukses Budidaya Jamur Tiram dengan Manfaatkan Limbah Jerami & Oli Bekas

A
Admin
18 May 2026 20:541 menit bacaSumber: admin
Petani Bahungin Sukses Budidaya Jamur Tiram dengan Manfaatkan Limbah Jerami & Oli Bekas

Petani di Desa Bahungin, Kecamatan Kelua, berhasil mengembangkan budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan hasil limbah dan juga oli bekas. Dengan memanfaatkan hasil limbah, petani dapat menekan biaya operasional budidaya jamur tiram sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui usaha di BUMDes Desa Bahungin, petani Desa Bahungin, Dardiansyah, berhasil mengembangkan usaha budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan limbah. Limbah yang digunakan berupa jerami sebagai salah satu bahan utama media pembudidayaan.

Limbah jerami sendiri dinilai lebih ekonomis dan mudah didapatkan, mengingat di wilayah Kecamatan Kelua mayoritas penduduknya adalah para petani padi, sehingga jerami merupakan limbah yang melimpah dan mudah didapatkan.

Selain menggunakan limbah jerami, ia juga menggunakan limbah oli bekas pada proses sterilisasi media jamur yang membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam, sehingga penggunaan oli ini mampu menekan biaya hingga puluhan ribu rupiah.

"Ini berkaitan dengan hal sterilisasi jamur, nah pada BUMDes Desa Bahungin ini semuanya pada dasarnya memanfaatkan limbah-limbah yang kita anggap tidak bermanfaat seperti halnya oli bekas. Oli bekas kita manfaatkan sebagai bahan bakar untuk mensterilkan media jamur tersebut karena lebih ekonomis. Bayangkan perbandingan antara kita menggunakan gas itu mesti harus mengeluarkan budget kurang lebih 70 ribu, sedangkan dengan menggunakan oli bekas itu cuma 10 ribu rupiah," ujar Dardiansyah, narasumber.

Melalui BUMDes Bahungin, Dardiansyah bersama dengan anggota lainnya mengelola budidaya jamur tiram yang setiap harinya mampu menghasilkan panen jamur kurang lebih 5 kilogram dengan harga 40 ribu rupiah per kilogram.

Dardiansyah pun berharap warga Desa Bahungin dapat tertarik dengan budidaya jamur tiram menggunakan limbah yang ada, sehingga produksi jamur tiram dan pemenuhan pasar di wilayah Kecamatan Kelua dapat terpenuhi dengan baik.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Pasar Murah Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah Menyambut HBKN Hari Raya Idul Adha 1447 H
    Ekonomi dan Bisnis·5 hari yang lalu

    Pasar Murah Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah Menyambut HBKN Hari Raya Idul Adha 1447 H

  2. 02
    Dana Desa Tahap 1 Sudah Salur 100 Persen, 94 Desa Mengusulkan Penyaluran Tahap 2 di Bulan Mei 2026
    Pemerintahan·3 hari yang lalu

    Dana Desa Tahap 1 Sudah Salur 100 Persen, 94 Desa Mengusulkan Penyaluran Tahap 2 di Bulan Mei 2026

  3. 03
    Dua Jemaah Haji Tabalong Tertunda Berangkat Akibat Kondisi Kesehatan
    Info Haji·3 hari yang lalu

    Dua Jemaah Haji Tabalong Tertunda Berangkat Akibat Kondisi Kesehatan

  4. 04
    Jelang Idul Adha, Pemkab Tabalong Ajak Warga Sembelih Hewan Kurban di RPH
    Pemerintahan·1 minggu yang lalu

    Jelang Idul Adha, Pemkab Tabalong Ajak Warga Sembelih Hewan Kurban di RPH

  5. 05
    Tarik Minat Pengunjung, Dispersip Tabalong Hadirkan Bioskop Mini Edukasi
    Pendidikan·3 hari yang lalu

    Tarik Minat Pengunjung, Dispersip Tabalong Hadirkan Bioskop Mini Edukasi