Langsung ke konten utama
Pemerintahan

Percepat Penurunan Stunting, GOW Tabalong Usulkan Pembangunan Rumah Singgah

Admin
07 May 2026 19:19
Sumber: admin
Percepat Penurunan Stunting, GOW Tabalong Usulkan Pembangunan Rumah Singgah

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabalong, Nur Dewi Juliantini, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung penurunan angka stunting. Salah satu langkah konkret yang diusulkan yaitu pembentukan rumah singgah bagi anak stunting.

Hal itu disampaikan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabalong usai dikukuhkan bersama para pengurus GOW lainnya pada Senin, 4 Mei 2026, di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Pembataan, Kecamatan Murung Pudak.

Nur Dewi mengungkapkan bahwa GOW Tabalong siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong, salah satunya bersama pemerintah untuk mengatasi penanganan stunting.

Ia mengungkapkan pihaknya akan mengusulkan pembentukan rumah singgah sebagai langkah konkret dalam menekan angka stunting di Tabalong. Rumah singgah nantinya diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami stunting untuk mendapatkan perawatan intensif selama tiga hingga enam bulan, sehingga kesehatan anak dapat meningkat.

“Karena stunting kita masih tinggi, nanti organisasi GOW maupun seluruh organisasi lainnya dapat bekerja sama untuk membantu Tabalong menurunkan angka stunting yang ada di Tabalong. Mungkin salah satunya itu kita akan melakukan seminar-seminar, terus bekerja sama dengan semua pemerintah untuk melakukan penelusuran kepada keluarga yang mengalami stunting. Kalau kita kan organisasi cuma bisa bekerja sama karena semuanya kembali ke pemerintah. Tapi salah satunya tadi permintaan dari bapak wakil, nanti kita mau mempunyai persiapan untuk rumah singgah, di mana nanti anak yang stunting dan orang tuanya akan dibawa ke suatu tempat, di mana nanti akan dipenuhi semua kebutuhannya, baik secara psikologis maupun kebutuhan nutrisinya,” ujar Nur Dewi Juliantini, Ketua GOW Tabalong.

Selain itu, GOW Tabalong juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat desa maupun kabupaten. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Nur Dewi menambahkan, persoalan stunting tidak hanya terjadi di wilayah pedesaan. Bahkan, angka kasus stunting cukup tinggi ditemukan di wilayah perkotaan. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh pola asuh anak karena banyak orang tua yang sibuk bekerja sehingga kurang optimal dalam memperhatikan asupan gizi dan perawatan anak, meskipun secara ekonomi tergolong mampu.

Bagikan artikel ini: