Atasi Penumpukan Pasien di Poli, Bupati Tabalong Dorong Praktik Bersama Dokter Spesialis di RSUD HBK

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, meminta RSUD Haji Badaruddin Kasim Maburai mengatur jadwal dokter spesialis agar dapat melakukan praktik bersama di poli yang memiliki jumlah pasien tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit.
Instruksi ini disampaikan Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke RSUD HBK Maburai pada Senin, 22 Juni 2026. Dalam sidak ini, Bupati menemukan masih terjadinya penumpukan pasien di beberapa poli, terutama poli dengan jumlah kunjungan yang tinggi.
Menurut Bupati Noor Rifani, salah satu solusi yang akan diterapkan adalah praktik bersama bagi dokter spesialis yang memiliki lebih dari satu tenaga dokter. Pihaknya juga akan mendukung dengan menyediakan ruangan tambahan. Dengan cara ini, pelayanan pasien diharapkan menjadi lebih cepat dan waktu tunggu dapat berkurang secara signifikan.
“Langkah-langkah yang akan kita lakukan adalah tadi sudah saya sampaikan dengan direktur rumah sakit, bahwasanya bagi poli-poli ini yang dokter spesialisnya itu lebih dari 1 maka mereka akan praktik bersama setiap hari dan ruangannya akan kami siapkan tahun ini juga, sehingga harapannya nanti poli jantung, poli syaraf, poli penyakit dalam nantinya tidak lagi terjadi penumpukan pasien," ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Sementara itu, Direktur RSUD Haji Badaruddin Kasim Maburai, Setyawan Andri Wibowo, menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi kebutuhan tenaga dokter spesialis dengan menambah SDM di beberapa poli. Khusus untuk poli syaraf, dokter tambahan saat ini sedang menjalani pelatihan dan dijadwalkan mulai bertugas pada 10 Juli mendatang. Poli syaraf sendiri menjadi poli dengan pasien terbanyak, sekitar 60 hingga 80 orang per hari.
“Ini karena dokter yang 1 lagi pelatihan yang tersedia adalah dokter amai jadi dipoli syaraf itu memang kita seadanya dulu untuk pelayanan, kami berusaha semaksimal mungkin jadi pasien dilayani seperti adanya, tapi nanti Ketika dokter mardi datang insyaallah tanggal 10 juli sudah Kembali beliaunya nanti akan kita buka 2 dokter dalam 1 poli harapan kami apa, jadi pasien yang tadi 80 ditangani 1 dokter bisa 80 tadi ditangani 2 dokter itu waktu akan lebih cepat lagi," kata Setyawan Andri Wibowo, Direktur RSUD HBK Tabalong.
Dengan penambahan tenaga dokter dan penerapan praktik bersama, diharapkan pelayanan di RSUD Haji Badaruddin Kasim semakin efektif. Sehingga masyarakat Tabalong dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas, dan memuaskan.





