Ketenagakerjaan

Anggaran Terbatas, Disnaker Tabalong Fokus Ciptakan Wirausaha Baru dan Perkuat Pemagangan 2026

Admin
02 Feb 2026 20:50
Sumber: admin
Anggaran Terbatas, Disnaker Tabalong Fokus Ciptakan Wirausaha Baru dan Perkuat Pemagangan 2026

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong terdampak kebijakan rasionalisasi anggaran dari pemerintah pusat yang berimbas pada penurunan intensitas program pelatihan di Balai Latihan Kerja atau BLK Tabalong pada tahun 2026. Meski demikian, Disnaker Tabalong memastikan kegiatan pelayanan ketenagakerjaan tetap berjalan dengan penyesuaian skala dan prioritas program.

Pada tahun 2026, Disnaker Tabalong akan memfokuskan dua program utama, yakni pembinaan wirausaha baru hasil pelatihan sebelumnya serta penguatan program pemagangan bagi lulusan BLK.

Program pembinaan wirausaha baru diarahkan untuk mendorong peserta pelatihan agar benar-benar mandiri secara ekonomi. Para alumni pelatihan akan kembali dipanggil dan diberikan pendampingan lanjutan agar mampu membentuk usaha berbasis UMKM, mulai dari penguatan kelompok usaha, manajemen, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Melalui langkah ini, Disnaker berharap proses pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi berlanjut hingga terciptanya wirausaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, Disnaker Tabalong juga memprioritaskan program pemagangan dengan menggandeng dunia usaha dan industri. Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan, terdapat puluhan perusahaan besar di Kabupaten Tabalong yang memiliki potensi menjadi mitra pemagangan bagi lulusan BLK.

Sepanjang tahun 2026, jajaran Disnaker akan turun langsung ke perusahaan-perusahaan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja, menyesuaikan spesifikasi keahlian lulusan BLK, serta membuka peluang pemagangan yang sesuai dengan kompetensi peserta.

“Tahun 2026 ini kami sudah membagi dengan teman-teman. Kita akan ke lapangan semua nanti, masing-masing ada yang ke perusahaan ini dan perusahaan itu. Kami akan mendata, mereka lebih banyak membutuhkan bidang apa. Datanya memang sudah ada, tapi kita harus melihat spesifikasinya lagi. Insyaallah ke arah situ, ada dua tugas khusus selain program rutin yang tetap berjalan di Disnaker,” ujar Hadi Ismanto, Kepala Disnaker Tabalong.

Dengan strategi tersebut, Disnaker Tabalong berharap meski di tengah keterbatasan anggaran, program ketenagakerjaan tetap memberikan dampak nyata, baik melalui lahirnya UMKM baru maupun peningkatan akses kerja bagi lulusan BLK melalui jalur pemagangan.

Bagikan artikel ini: