Tabalong Cahaya Borneo, 143 Titik Dibidik! Ada Peran 2 Perusahaan

TANJUNG — Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan pengembangan pencahayaan di 143 titik Ruang Terbuka Hijau atau RTH melalui program Tabalong Cahaya Borneo. Program ini ditargetkan menghidupkan ruang publik pada malam hari, sekaligus mendorong aktivitas masyarakat, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Pemkab Tabalong menggelar Rapat Koordinasi Sinergi Optimalisasi RTH untuk mendukung program Tabalong Cahaya Borneo pada 7 Oktober 2026.
Program ini dirancang untuk membangun wajah dan identitas Tabalong melalui pencahayaan di ruang publik dan kawasan strategis.
Melalui program ini, Pemkab Tabalong menargetkan penataan dan optimalisasi infrastruktur kelistrikan di 143 titik Ruang Terbuka Hijau atau RTH agar dapat dimanfaatkan dan tetap hidup pada malam hari.
Untuk mendukung kebutuhan energi program ini, Pemkab Tabalong menggandeng dua perusahaan pembangkit, yaitu PT Tanjung Power Indonesia atau TPI, dan PT Makmur Sejahtera Wisesa atau MSW.
Kedua perusahaan diharapkan dapat berkolaborasi dalam mendukung ketersediaan energi, sehingga program pencahayaan RTH dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Nah ini kenapa kita mengundang dua perusahaan pembangkit listrik tadi, karena memang dua perusahaan ini sudah dari dulu bekerja sama dengan kita, waktu dia berdiri di sini sudah bekerja sama dari awal, oleh karena itu kami tadi akan terus melakukan kolaborasi dengan dua pembangkit ini agar bisa mendukung kegiatan bagaimana supaya Tabalong ini menjadi Cahaya Borneo ini bisa terlaksana, karena sumber listriknya nanti berasal dari dua pembangkit tersebut," ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Selanjutnya, Pemkab Tabalong akan melakukan kajian teknis untuk memetakan kebutuhan daya dan menentukan RTH yang menjadi prioritas. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS sebagai sumber energi pencahayaan.


