Ritual Tawas Jaa, Ikhtiar Warga Dayak Deah Tolak Bala dan Jaga Keseimbangan Desa

Masyarakat Dayak Deah di Desa Kaong, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, menggelar ritual adat Tawas Jaa pada Minggu 30 Agustus 2026. Ritual adat tersebut menjadi bentuk ikhtiar masyarakat dalam menolak bala, sekaligus menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia, lingkungan, dan para leluhur.
Pelaksanaan ritual adat Tawas Jaa yang ke-III digelar di Balai Adat Bulatn Toto Bintokng Sonda (Bulan Toto Bintong Sonda) di Desa Kaong pada 29 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan sesajen kepada para leluhur, sebagai bagian dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Deah.
Ketua Panitia Pelaksana Tawas Jaa, Mulyadi mengatakan, ritual ini dilaksanakan seiring dengan semakin banyaknya aktivitas pembukaan lahan dan kawasan hutan untuk kegiatan perusahaan di sekitar Desa Kaong.
Melalui ritual Tawas Jaa, masyarakat melakukan ikhtiar adat untuk memindahkan roh para leluhur ke ujung kampung, serta memohon perlindungan agar masyarakat dan lingkungan terhindar dari berbagai musibah. Pelaksanaan ritual ini juga menjadi wujud komitmen masyarakat Dayak Deah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta tradisi leluhur.
"Adapun Tawas Jaa tujuannya untuk memindahkan roh-roh para leluhur, dengan adanya perusahaan yang beroperasi di sini, jadi mereka merasa terganggu, lalu diadakanlah Tawas Jaa supaya dipindahkan ke ujung kampung, sehingga itu dilaksanakan setiap tahun supaya lahan kami yang sudah dikelola oleh investor sehingga roh-roh tidak mengganggu masyarakat. Bentuk kegiatan adalah semacam penyerahan sesajen kepada leluhur, dengan tujuan supaya leluhur yang kami pindahkan tidak mengganggu masyarakat," ujar Mulyadi, Ketua pelaksana.
Sementara itu, Camat Upau, Agustian menyampaikan, esensi dari pelaksanaan Tawas Jaa adalah sebagai bentuk tolak bala. Melalui pelaksanaan ritual ini, diharapkan seluruh aktivitas di wilayah Kecamatan Upau, baik kegiatan masyarakat maupun perusahaan, dapat berjalan dengan lancar dan selamat.
"Saya selaku camat tentu kalau kita melihat daripada esensi acara Tawas Jaa ini yang mana ini adalah acara diistilahkan tolak bala seperti itu, jadi tentu kita berharap dengan pelaksanaan Tawas Jaa ini seluruh aktivitas yang ada di Kecamatan Upau, baik itu warga masyarakat, perusahaan dan lain-lain bisa berjalan dengan baik dan tentunya selamat, itu sebetulnya esensi daripada acara Tawas Jaa ini," tutur Agustian, Camat Upau.
Ritual adat Tawas Jaa menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Dayak Deah yang terus dijaga di tengah perkembangan zaman. Pemerintah Kecamatan Upau mengupayakan ke depan agar ritual adat tersebut menjadi bagian dari event tahunan yang didukung oleh pemerintah daerah, dan akan diusulkan melalui Musrenbang RKPD.


