Karhutla Terkendali, Tim Mabes TNI Apresiasi Kesiapan Tabalong

Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan Mabes TNI, mengapresiasi upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten Tabalong. Kesiapan BPBD dan Pemkab Tabalong dinilai baik, terutama dalam sosialisasi dan respon cepat terhadap titik api.
Apresiasi ini disampaikan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI saat mengunjungi Kantor BPBD Tabalong, pada 4 September 2026. Kunjungan ini untuk memberikan edukasi, bertukar informasi, dan melihat kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman karhutla di tengah musim kemarau panjang.
Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menilai, pencegahan harus dilakukan sejak dini, dengan melibatkan pemerintah, aparatur, dan masyarakat. Ia menilai kesiapan BPBD dan Pemkab Tabalong dalam mengantisipasi karhutla sudah baik. Sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan dinilai mampu mempercepat penanganan titik api, dengan target setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti bersama perangkat terkait dan tim tiba di lokasi dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit.
"Kalau dari kesiapan acungkan jempol untuk BPBD Tabalong dan Pemkab Tabalong, karena sedemikian masif ya sosialisasi terhadap tanggap bencana khususnya karhutla ini sudah terbangun sedemikian bagus ya, sehingga setiap titik itu selalu, kalau ada titik api atau titik kebakaran itu sedini mungkin diatasi bersama dengan perangkat lainnya, kemudian kalau memang secara berjenjang harus dikomunikasikan dengan waktu yang singkat 10-20 menit harus sudah bisa sampai ke lokasi," ujar Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho, Penyuluh Karhutla Mabes TNI.
Sementara itu, BPBD Tabalong mencatat sekitar 184 hektare lahan terbakar sejak Januari hingga September 2026. Seluruh kejadian berhasil dikendalikan, dan dalam tiga hari terakhir tidak ada kebakaran lahan. Kepala BPBD Tabalong Haris Fakhrozi menyebut, kesiapan petugas dan koordinasi antarpihak terus diperkuat.
"Kondisi terkini ya, dari Januari sampai bulan September ini, luas lahan yang terbakar sekitar 184 hektar dan semua bisa kita kendalikan kita padamkan bersama-sama dan sampai saat ini tiga hari terakhir ini untuk karhutla kami nyatakan nihil," tutur Haris Fakhrozi, Kepala BPBD Tabalong.
BPBD Tabalong juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemanfaatan drone dilakukan untuk memetakan lahan dan mengidentifikasi wilayah yang berisiko terjadi karhutla. Sinergi pemerintah, TNI, Polri, BPBD, instansi terkait dan masyarakat terus diperkuat, agar setiap potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

