Terdampak Kenaikan Harga BBM, Dishub Tabalong Pastikan Operasional Angkutan Pelajar Berjalan Normal

Kenaikan harga bahan bakar minyak, khususnya Pertamax, turut memengaruhi biaya operasional angkutan gratis bagi pelajar di Kabupaten Tabalong. Namun, Dinas Perhubungan Tabalong memastikan seluruh armada tetap beroperasi normal agar akses transportasi pelajar menuju sekolah tetap terjamin pada tahun ajaran baru.
Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong memastikan layanan angkutan gratis bagi pelajar tetap berjalan meski terdapat kenaikan harga BBM yang berdampak pada biaya operasional armada. Program ini terus dipertahankan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mempermudah akses pendidikan bagi para pelajar.
Kepala Bidang Angkutan dan Multimoda Dinas Perhubungan Tabalong, Makarius Djatmiko, menyampaikan pihaknya berupaya menjaga kualitas pelayanan agar tidak berkurang meskipun biaya operasional meningkat. Langkah yang dilakukan yaitu melakukan efisiensi penggunaan kendaraan serta memberikan pembinaan kepada para pengemudi agar penggunaan BBM lebih hemat tanpa mengganggu pelayanan.
Seiring dimulainya tahun ajaran baru, permintaan terhadap layanan angkutan pelajar juga terus meningkat. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Dinas Perhubungan menegaskan akan tetap mengutamakan kepentingan pelajar agar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Saat ini Dinas Perhubungan Tabalong mengoperasikan 53 unit mobil angkutan pelajar jenis APV, didukung lima unit kendaraan cadangan yang siap digunakan apabila diperlukan. Armada tersebut melayani berbagai rute menuju sekolah di wilayah Kabupaten Tabalong.
"Jadi kami, dengan adanya permintaan masyarakat, khususnya anak-anak pelajar di tahun ajaran yang baru ini, kami masih mencoba menghitung operasional unit kami. Dalam waktu dekat kami akan memanggil driver kami untuk mencoba mencari solusi bagaimana dengan kondisi yang ada ini. BBM saat ini naik, kita akan mencarikan jalan pemecahannya kepada driver kami supaya pelayanan angkutan pelajar dan penambahan kuota yang ada bisa kita layani," ujar Makarius Djatmiko, Kabid Angkutan dan Multimoda.
Dinas Perhubungan Tabalong berharap dukungan dari seluruh pihak, termasuk para pengemudi dan masyarakat, dapat membantu menjaga keberlangsungan program ini. Dengan pelayanan yang tetap optimal, pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada pelajar yang terkendala mengakses pendidikan hanya karena masalah transportasi.



