Langsung ke konten utama
Selamat Datang

Portal Informasi Kabupaten Tabalong

Kesehatan

Cegah Pernikahan Dini, Jadi Strategi Pemkab Tabalong Atasi Akar Masalah Stunting

P
Portal-Tabalong
22 Jul 2026 16:092 menit baca
Cegah Pernikahan Dini, Jadi Strategi Pemkab Tabalong Atasi Akar Masalah Stunting

Pencegahan pernikahan dini, menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Tabalong dalam menekan angka stunting di daerah. Hal ini ditegaskan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, dalam pertemuan lintas sektor program penguatan integrasi layanan kesehatan primer, yang digelar pada 15 Juli 2026.

Pemerintah Kabupaten Tabalong tidak hanya memperkuat layanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka stunting. Pemkab juga menyasar akar permasalahan melalui pencegahan pernikahan usia dini dan peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam kesempatan ini, Bupati menjelaskan penanganan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi kesehatan. Menurutnya, pola asuh yang kurang tepat serta pernikahan dan kehamilan di usia dini masih menjadi faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kasus stunting.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong mendorong agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan. Melalui program beasiswa bagi keluarga kurang mampu, Pemkab berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan risiko terjadinya pernikahan usia dini.

"Bapak Ibu sekalian, langkah-langkah strategis sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong, yang pertama kami sudah berupaya jangan ada lagi pernikahan dini di Kabupaten Tabalong, bagaimana caranya, pokoknya anak-anak SD, SMP, SMA itu harus sekolah dulu. Kita beasiswakan semua anak-anak kita yang kurang mampu, karena memang mohon maaf ini, karena korelasi stunting kebanyakan memang dari keluarga miskin. Oleh karena itu kita ingin anak-anak ini, jangan sampai nanti ini dari keluarga miskin kawinnya nikah dini, kemudian melahirkan usia dini lalu anak-anaknya stunting. Kita tidak ingin ini anak-anak kita terulang, kita ingin anak-anak kita harus bisa sekolah sampai SMA kalau bisa lebih tinggi sehingga dia tidak menikah dini," kata Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.

Bupati menegaskan, semakin tinggi tingkat pendidikan anak, maka semakin besar peluang mereka memiliki masa depan yang lebih baik dan terhindar dari risiko pernikahan dini yang dapat berdampak pada kualitas generasi penerus.

Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pencegahan pernikahan dini, peningkatan akses pendidikan, hingga perbaikan pola asuh dan gizi, Pemerintah Kabupaten Tabalong optimis mampu menurunkan angka stunting serta menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    PT SIS Akan Buka OPP Batch 3 & 4, Siapkan Hingga 300 Kuota bagi Putra Daerah
    Pembangunan·1 minggu yang lalu

    PT SIS Akan Buka OPP Batch 3 & 4, Siapkan Hingga 300 Kuota bagi Putra Daerah

  2. 02
    Pilkades 2027 Terapkan Aturan Baru, Calon Tunggal Bisa Maju
    Info Pemilu·2 minggu yang lalu

    Pilkades 2027 Terapkan Aturan Baru, Calon Tunggal Bisa Maju

  3. 03
    YABN dan PT Adaro Luncurkan Program Robotika SIGMA, Perkuat Literasi STEM Siswa SD
    Pendidikan·4 hari yang lalu

    YABN dan PT Adaro Luncurkan Program Robotika SIGMA, Perkuat Literasi STEM Siswa SD

  4. 04
    Antrean BBM Subsidi Belum Terurai, Haji Fani Akan Lakukan Evaluasi
    Info Tabalong·5 hari yang lalu

    Antrean BBM Subsidi Belum Terurai, Haji Fani Akan Lakukan Evaluasi

  5. 05
    Petani Banyu Tajun Uji Coba Budidaya Bawang Merah dari Biji, Tekan Biaya Produksi
    Pertanian dan Perkebunan·3 hari yang lalu

    Petani Banyu Tajun Uji Coba Budidaya Bawang Merah dari Biji, Tekan Biaya Produksi