Pembangunan

Pemkab Perjuangkan Layanan Internet di Daerah Terpencil dan Lemah Sinyal

✍️Admin
📅30 Jan 2026 19:57
📰Sumber: admin
Pemkab Perjuangkan Layanan Internet di Daerah Terpencil dan Lemah Sinyal

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabalong mengusulkan pembangunan serta penguatan 15 Base Transceiver Station atau BTS kepada pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan layanan komunikasi, khususnya di wilayah terpencil dan daerah yang masih lemah sinyal.

Jajaran Diskominfo bersama Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Akbar, mengusulkan pembangunan serta penguatan 15 BTS tersebut kepada Kementerian Komunikasi Digital belum lama ini. Usulan ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan akses sinyal yang masih terbatas di Kabupaten Tabalong.

Kepala Diskominfo Tabalong, Edy Suriani, menjelaskan Diskominfo tidak secara langsung membangun BTS, melainkan mengajukan usulan kepada Kementerian Komunikasi Digital melalui BAKTI Kominfo.

Usulan tersebut mencakup 15 titik yang tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Suriyan dan Desa Lok Batu Kecamatan Haruai, Desa Kinarum Kecamatan Upau, tiga titik di Desa Muara Uya, dua titik di Desa Dambung Raya, dua titik di Desa Panaan, satu titik di Desa Bumi Makmur Kecamatan Bintang Ara, Desa Lano dan Desa Purui Kecamatan Jaro, serta Desa Sei Kumap dan Desa Salikung Kecamatan Muara Uya.

Edy menuturkan sebagian besar desa yang diusulkan berada di wilayah utara Tabalong yang secara geografis memiliki kendala akses kualitas jaringan telekomunikasi. Meski sejumlah BTS sebelumnya telah terbangun, kendala yang masih dihadapi adalah lemahnya bandwidth.

“Karena kita sudah memiliki BTS-BTS di daerah terpencil, ada tujuh BTS dulu yang telah dibangun dan untuk bandwidth-nya masih lemah. Oleh sebab itu, kemarin kita minta penambahan bandwidth agar nanti masyarakat bisa maksimal menggunakan layanan telekomunikasi di daerah-daerah terpencil tersebut,” ujar Edy Suriani, Kepala Diskominfo Tabalong.

Edy menambahkan, secara data wilayah blank spot di Kabupaten Tabalong sudah tidak ada. Namun demikian, masih terdapat beberapa wilayah dengan cakupan sinyal yang lemah sehingga memerlukan penguatan perangkat telekomunikasi.

Bagikan artikel ini: