Oleh Kominfo   Senin, 18 April 2022
8000 Liter Migor Curah Tersedia Di Bersinar Mart, Disperindag : Dijual Sesuai Kupon
149 Kali dilihat
Ekonomi & Bisnis

TV Tabalong - Setelah melalui proses dan verifikasi panjang, akhirnya minyak goreng curah bersubsidi sebanyak 8.000 liter tiba di Tabalong, pada 12 April 2022 yang dikirim langsung oleh perusahaan perdagangan Indonesia. Setibanya di Tabalong, minyak curah ini langsung disortir ke penampungan yang ada di bersinar mart Tanjung.

Rencananya, minyak goreng curah ini akan mulai didistribusikan pada Rabu 13 April 2022 secara bertahap dan tertutup. Sementara minyak goreng ini hanya dijula bagi masyarakat dan pelaku umkm yang sudah mendapatkan kupon dari kecamatan, yang sebelumnya sudah dislurkan kepada ketua rt setempat. Penyaluran sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan di masing-masing kupon. Minyak ini dijual sesuai dengan harga eceran tertinggu bersubsidi sebesar 14 ribu per liter.

Tidak ada kriteria khusus bagi penerima subsidi minyak goreng curah ini, namun masyarakat yang sudah mendapatkan blt minyak goreng dari pemerintah pusat, tidak dapat lagi membeli minyak goreng curah ini. Selain itu, masyarakat yang membeli minyak curah ini juga dibatasi jumlahnya. Untuk masyarakat umum dibatasi sebanyak 5 liter per orang, dan untuk pelaku umkm pangan dibatasi sebanyak  20 liter.

" Secara kualitas kami lihat tadi, minyak goreng curahnya bagus, ada uji lab nya juga, kalau kita lihat itu standar sama minyak goreng kemasan, untuk pembagian cuma di bersinar MART, jadi sistemnya itu tertutup, tidak dibuka secara umum, tapi dengan sistem menggunakan kupon, jadi 8.000 itu kita bagi 14 hari, karena kita dapat pasokan 2 minggu sekali, jadi sehari kita mendistribusikan 571 liter minyak goreng curah” Kata Husin Ansari, Kepala Diskopukmpp Tabalong.

Untuk menghindari kecurangan dalam penyaluran, pihak disperindag bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk pengawasan penyaluran. Sedangkan untuk emnccegah kecurangan dalam pembagian kupon di tingkat RT, Disperindag menyiapkan sanksi untuk tidak menyalurkan kupon minyak ke RT setempat. (Muhammad Ariadi).