Oleh Kominfo   Kamis, 20 Mei 2021
Syekh Muhammad Nafis, Tokoh Religi Kalsel Yang Terkenal Akan Ilmu Tasawufnya
916 Kali dilihat
Sosial & Budaya

Makam Syeikh Muhammad Nafish yang terletak di Desa Binturu Kecamatan Kelua ini, mulai dikembangkan pemerintah daerah sejak tahun 2000 lalu. Pengembangan dilakukan dengan membangun kubah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum untuk mendukung keberadaan makam sebagai salah satu tempat berziarah.

Makam ini sendiri merupakan makam Syeikh Muhammad Nafis Al Banjari, seorang ulama besar yang ajarannya meluas tidak hanya di indonesia, tetapi juga negara serumpun seperti malaysia dan brunei darussalam. Beliau merupakan ahli dibidang fiqih dan tasawuf, dengan karyanya yang paling masyhur berisi tentang ajaran-ajaran tasawuf berjudul ad-durrun nafis. Karya syeikh nafis, hingga kini masih menjadi buku pegangan tasawuf di sejumlah negara. Berdasarkan catatan sejarah, Syekh Muhammad Nafis lahir pada tahun 1148 Hijriah. Semasa kecil beliau sudah menunjukkan tanda-tanda bakat dan kecerdasan yang tinggi dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya.

Pada akhirnya syekh muhammad nafis dikirim oleh sultan banjar ke mekkah untuk belajar dan mendalami ilmu-ilmu agama. Di mekkah, beliau memiliki banyak guru untuk belajar agama. Salah satu guru di bidang ilmu tasawuf di mekkah adalah Abdullah bin Hijazi Asy-Syarqawi Al-Azhari. Ulama tasawuf yang kemudian menduduki jabatan syekh al-islam dan syekh al-azhar . Dalam mempelajari tasawuf, syekh muhammad nafis berhasil mencapai gelar ‘Syekh Al-Mursyid’. Gelar yang menunjukkan bahwa ia diperkenankan mengajar ilmu tasawuf dan tarekatnya kepada orang lain. Nah hal inilah yang menjadi alasan orang-orang banyak berziarah ke makam beliau. Tidak hanya dari dalam daerah, peziarah makam ulama besar ini bahkan datang dari berbagai begara serum. (M. Arie Arieyadi).

Makam Syeikh Muhammad Nafish yang terletak di Desa Binturu Kecamatan Kelua ini, mulai dikembangkan pemerintah daerah sejak tahun 2000 lalu. Pengembangan dilakukan dengan membangun kubah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum untuk mendukung keberadaan makam sebagai salah satu tempat berziarah.


Makam ini sendiri merupakan makam Syeikh Muhammad Nafis Al Banjari, seorang ulama besar yang ajarannya meluas tidak hanya di indonesia, tetapi juga negara serumpun seperti malaysia dan brunei darussalam. Beliau merupakan ahli dibidang fiqih dan tasawuf, dengan karyanya yang paling masyhur berisi tentang ajaran-ajaran tasawuf berjudul ad-durrun nafis. Karya syeikh nafis, hingga kini masih menjadi buku pegangan tasawuf di sejumlah negara.

Berdasarkan catatan sejarah, Syekh Muhammad Nafis lahir pada tahun 1148 Hijriah. Semasa kecil beliau sudah menunjukkan tanda-tanda bakat dan kecerdasan yang tinggi dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya. Pada akhirnya syekh muhammad nafis dikirim oleh sultan banjar ke mekkah untuk belajar dan mendalami ilmu-ilmu agama.

Di mekkah, beliau memiliki banyak guru untuk belajar agama. Salah satu guru di bidang ilmu tasawuf di mekkah adalah Abdullah bin Hijazi Asy-Syarqawi Al-Azhari. Ulama tasawuf yang kemudian menduduki jabatan syekh al-islam dan syekh al-azhar .

Dalam mempelajari tasawuf, syekh muhammad nafis berhasil mencapai gelar ‘Syekh Al-Mursyid’. Gelar yang menunjukkan bahwa ia diperkenankan mengajar ilmu tasawuf dan tarekatnya kepada orang lain.

Nah hal inilah yang menjadi alasan orang-orang banyak berziarah ke makam beliau. Tidak hanya dari dalam daerah, peziarah makam ulama besar ini bahkan datang dari berbagai begara serum. (M. Arie Arieyadi).