Oleh Kominfo   Kamis, 20 Mei 2021
Patuhi Aturan, Sejumlah Tempat Wisata di Tabalong Tutup
270 Kali dilihat
Khas Daerah

Sehari pasca lebaran, sejumlah tempat wisata di tabalong terpantau tak beroperasi. Penutupan wisata mengikuti aturan pemerintah daerah, untuk menutup sementara tempat wisata yang di kelola masing-masing pokdarwis.

Melalui internal kelompok sadar wisata di tabalong, penutupan tersebut telah disepakati sekitar 22 pokdarwis se tabalong. Khususnya tempat wisata yang telah terdaftar di disporapar tabalong. “kami selaku ketua kelompok sadar wisata se kabupaten tabalong sudah melaksanakan untuk menutup semua objek wisata yang ada di kabupaten tabalong, sebagaimana hasil rapat yang di hadiri sekretaris disporapar di tanjung puri pada tanggal 10 Mei agar pada libur lebaran tahun ini semua objek wisata di tutup.

Dan kami juga sudah menghimbau rekan rekan di objek wisata untuk menutup tempat wisata masing masing.” Kata Ketua Pokdarwis Tabalong, Rusmiati. Rusmiati menambahkan, dirinya belum dapat memastikan waktu pembukaan wisata. Sehingga kegiatan hanya diarahkan pada bersih-bersih wisata dan perbaikan ringan. (Gazali Rahman).

Sehari pasca lebaran, sejumlah tempat wisata di tabalong terpantau tak beroperasi. Penutupan wisata mengikuti aturan pemerintah daerah, untuk menutup sementara tempat wisata yang di kelola masing-masing pokdarwis.




Melalui internal kelompok sadar wisata di tabalong, penutupan tersebut telah disepakati sekitar 22 pokdarwis se tabalong. Khususnya tempat wisata yang telah terdaftar di disporapar tabalong.




 “kami selaku ketua kelompok sadar wisata se kabupaten tabalong sudah melaksanakan untuk menutup semua objek wisata yang ada di kabupaten tabalong, sebagaimana hasil rapat yang di hadiri sekretaris disporapar di tanjung puri pada tanggal 10 Mei agar pada libur lebaran tahun ini semua objek wisata di tutup. Dan kami juga sudah menghimbau rekan rekan di objek wisata untuk menutup tempat wisata masing masing.” Kata Ketua Pokdarwis Tabalong, Rusmiati.




Rusmiati menambahkan, dirinya belum dapat memastikan waktu pembukaan wisata. Sehingga kegiatan hanya diarahkan pada bersih-bersih wisata dan perbaikan ringan. (Gazali Rahman).