Oleh Media Center   Selasa, 13 Juli 2021
Berikut Prosedur Pengelolaan Limbah Bekas Hewan Kurban Yang Tepat…
72 Kali dilihat
Tabalong Hari Ini

TABALONG – Proses pemotongan hewan kurban yang dilakukan masyarakat, haruslah memperhatikan dampaknya pada lingkungan. Pasalnya limbah pemotongan hewan berpotensi mencemari lingkungan, dan menjadi sumber penyakit.

Dinas Lingkungan Hidup Tabalong pun mengingatkan para panitia kurban, untuk mengelola limbahnya secara tepat. Baik darah maupun limbah isi perut sebaiknya dikubur ke dalam tanah, dan tidak dibuang ke sungai. Pasalnya pembuangan limbah ke sungai dapat mencemari air, yang menjadi sumber konsumsi utama masyarakat.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran, penguburan limbah hewan seperti sapi dilakukan sedalam minimal 1 meter. Sedangkan limbah kambing dikubur dengan kedalaman minimal 0,3 meter. Hal ini dilakukan agar tidak menyebabkan bau, atau dibongkar hewan lain seperti anjing dan sebagainya.

“Kami dari dinas lingkungan hidup tak henti hentinya selalu mengimbau kepada masyarakat, ketika melakukan penyembelihan hewan kurban itu sebaiknya untuk tidak mencemari lingkungan, caranya darahnya bisa ditampung, jadi kalau memotong bisa dilapis dengan terpal sehingga darah itu tertampung, kemudian darah ini di amankan, begitu juga dengan selama ini kan kebanyakan masyarakat ketika membersihkan isi jeroan sapi itu kan langsung ke sungai, nah sebaiknya jangan dilakukan seperti, jadi lakukan lah didarat, nanti kotoran semua itu dikumpulkan sebaiknya dikubur, untuk mencegah supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan, kita tau kotoran hewan juga kan adalah berkontribusi terhadap adanya E-coli, mungkin ada juga penyakit lain yang membawa dampak tidak bagus kepada masyarakat” Kata Rowi Rawatianice, Kepala DLH Tabalong.

Terdapat 3 prinsip kurban peduli lingkungan, pertama limbah ditangani dan tidak berceceran, manfaatkan hewan kurban seoptimal mungkin, dan gunakan material secara tepat guna dan efIsien. Hal ini sesuai peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan, tentang standar pelayanan masyarakat pada pos-pos fasilitas publik dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan. (Muhammad Ariadi).

Sumber: mc.tabalongkab.go.id