Oleh Media Center   Jumat, 17 Juli 2020
Populasi Ayam Potong Berkurang Sebabkan Harga Ayam Belum Normal
125 Kali dilihat
Tabalong Hari Ini

Tabalong – Dari awal Juni hingga pertengahan bulan Juli, terjadi kenaikan harga ayam potong di Tabalong. Jika biasanya ayam potong dijual antara 28 hingga 35 ribu rupiah, selama enam pekan ini harga mencapai 45 hingga 55 ribu rupiah per ekor.

Tingginya harga ayam potong lantaran terjadi penurunan stok atau populasi ayam potong. Hal ini terjadi karena dua dari empat perusahaan penyedia ayam potong di Tabalong bangkrut dan tutup, sehingga lebih dari setengah populasi ayam potong di Tabalong berkurang.

Kepala Seksi Kesmavet Dan P2PH Dinas Pertanian Tabalong, Karnadi Ilham menjelaskan, terjadi penurunan jumlah populasi ayam potong atau ayam broiler secara signifikan, akibat bangkrutnya dua perusahaan penyedia ayam. Sebelumnya populasi ayam potong di bulan maret mencapai 407 ribu 600 ekor ayam. Jumlah ini terus menurun setiap bulannya, sehingga pada bulan juni hanya tersisa sekitar 122.500 ekor.

“Kenaikan harga ini jelas karena kekurangan populasi, untuk itu kami jelaskan awal bulan maret adanya larangan untuk tidak berada dikeramaian itu banyak warung yang tutup, hal itu membuat banyak populasi ayam yang dijual murah, dampak tersebut membuat beberapa perusahaan gulung tikar dari bulan maret ke april, sampai april hingga sekarang kita kekurangan ayam, nah melihat hal tersebut adanya perusahaan gulung tikar stok ayam menurun, itulah penyebab ayam melonjak naik” kata Karnadi Ilham.

Karnadi menjelaskan, bangkrutnya dua perusahaan penyedia ayam potong terjadi lantaran menurunnnya permintaaan ayam potong, akibat banyak warung makan tutup karena pandemi covid-19. Hal ini menyebabkan harga ayam potong pada Maret dan Apil 2020 menurun drastis, sehingga perusahaan mengalami kerugian besar hingga berujung bangkrut.

Sumber: mc.tabalongkab.go.id