Oleh Media Center   Kamis, 21 November 2019
Sineas Muda Tabalong Menduia Melalui Eagle Documentary Award
112 Kali dilihat
Khas Daerah

MediaCenter,Tabalong – Nama Kabupaten Tabalong kini kembali menyeruak ke permukaan, kali ini melalui sektor perfilman. Hal ini dikarenakan dua sineas muda Tabalong yaitu Abdi Firdaus dan Lyanta Laras Putri berhasil menjadi juara pertama dalam Eagle Award Documentary 2019.

Melalui filmnya yang berjudul “Paguruan 4.0”, mereka mengangkat cerita seorang guru yang bernama Deni Ratopni, SD Negeri 1 Nawin Hilir yang membantu guru yang ada disekitarnya untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

“deni ini bedanya dengan guru yang lain, dia mampu menguasai TIK, nah di film ini ia menbantu guru-guru senior tadi. ” kata Abdi.

Melalui film ini Abdi dan Lyanta bermaksud untuk menyampaikan saat ini pemerintah pusat mengharpakan dengan teknologi semua pendidikan itu bisa berjalan dengan lancar tetapi ternyata sangat sulit untuk dijalankan bagi guru-guru di sana.

“permasalahan yang ada di Tanjung, itu ternyata sama dengan di daerah-daerah lain,” tambah Abdi.

Lyanta juga menceritakan proses yang sulit dilakukan dalam proses pembuatan film documenter ini adalah melakukan pendekatan dengan subjek film yang akan diangkat.

“kita membuat documenter ini tidak bisa seenaknya saja, teknik komunikasi yang paling penting” jelasnya.

Sementara itu, dikutip dari Media Indonesia, Juri dari Eagle Award Documentary 2019 kali ini adalah Yandy laurens, Anggi Umbara, dan Ine Febriyanti.

"Ketiga film ini, ketika kami menonton, bahwa kami lupa ini adalah film. Seolah kami diajak ke tempat melihat kesulitan itu, memotret dimensi manusia, rasanya walau baru 20 menitan menonton, kami sudah kenal dekat. Dan Paguruan 4.0 layak menjadi juara pertama. Selain membingkai sisi humor, sutradaranya juga memiliki statement yang jelas," ungkap Yandy saat penganugerahan di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, (20/11).

Berkat berhasil menjadi yang terbaik pertama, Abdi dan Lyanta berhak mendapatkan Trofi Penghargaan, Kamera Digital, dan Beasiswa S2.

Selain itu, Film Dokumenter mereka direncanakan akan didaftarkan ke ajang penghargaan tertinggi film indonesia yaitu FFI atau Piala Citra. (MC Tabalong/Gilang)

Sebagian Berawan
27° | per 08:54 WITA