Oleh Media Center   Selasa, 15 Oktober 2019
60 Peserta Bimtek Dijadikan Tenaga Ahli Konstruksi
148 Kali dilihat
Ekonomi & Bisnis

MediaCenter,Tabalong - Pembinaan terhadap pihak ketiga atau pengusaha bidang kontruksi agar dalam bekerja semakin memperhatikan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Tabalong.

Bekerjasama dengan Balai Jasa Kontruksi wilayah V Banjarmasin, Dinas PUPR melakukannya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi.

Bimtek yang dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Aston Tanjung, secara resmi dibukaz Selasa (15/10/2019), dengan peserta sebanyak 60 orang penyedia layanan jasa kontruksi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabalong, M Noor Rifani, mengatakan K3 itu wajib dan harus ada.

Untuk itulah dilaksanakan bimtek ini agar kebutuhan akan tenaga terampil tentang K3 ini sudah bisa terpenuhi, dan ini merupakan langkah pemerintah untuk membina.

"Jadi penyedia jasa kontruksi sekarang ini atau yang menjadi peserta ini nantinya bisa berkompetensi baik di tempat kita atau tempat lain, karenanya diwajibkan untuk mengikuti suatu kegiatan yang harus mempunyai sertifikat K3 ini,"katanya.

Yang terpenting, lanjut Rifani, bukan masalah mendapatkan sertifikatnya tapi bagaimana mereka dilapangan menerapkan dan mengimplementasikannya tentang bagaimana sistem manajamen K3 itu.

Sehingga diharapkan kecelakanan kerja atau hal bersifat negatif dalam pelaksaan pekerjaan tidak terjadi.

Sementara narasumber dari Kementrian PUPR, Ali Amal, menjelaskan terkait materi kebijakan dengan sistem keselamatan kontruksi yang akan disampaikan yang dulunya K3 sekarang beda, posisinya bimtek terkait dengan sistem manajemen keselamatan kontruksi terlebih dahulu.

"Bedanya sama yang dulu terkait hanya kepada orang yang bekerja pada perusahan, kalau sekarang pada kontruksinya dulu, dalam artian dimulai dari perencanaan, perancangan setelah itu dilakukan investigasi, kira kira apa saja yang menyebabkan kecelakan itu,"beber Ali.

Setelah itu, tambah ali dalam bimtek ini akan dilanjutkan dengan metode dan metigasi dari perencanaan yang akan dijadikan dasar merekrut tenaga ahli yang bersertifikat, alat yang baik, metode yang benar dan tentunya terakhir memiliki pergerakan keuangan yang benar tidak kekurangan.

Masih menurut Ali, semua peserta yang sudah ikut nantinya menjadi petugas K3 yang memiliki sertifikat.

"Mereka yang ikut mendapatkan istilahnya surat keterangan dan diperlakukan sebagai tenaga terampil, dan kalau ditambah 25 jam pelajaran lagi dia akan menjadi ahli muda, ini sebagai langkah kita dalam memenuhi permintaaan presiden agar tahun 2019 kouta sebanyak 10 ribu bisa terpenuhi,"pungkasnya.(MC Tabalong/Sy).

Sebagian Berawan
27° | per 08:54 WITA