Oleh Media Center   Selasa, 30 April 2019
Tingkatkan Pelayanan PDAM, Tarif Air Naik
66 Kali dilihat
Ekonomi & Bisnis

MediaCenter,Tabalong – Dalam upaya mendorong peningkatan kinerja PDAM yang  saat ini dinilai kurang sehat dan sakit, serta untuk pengembangan PDAM kedepannya.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Air Minum (BPPSPAM) melaksanakan workshop Pendampingan Business Plan PDAM Kabupaten Tabalong Tahun 2019 – 2024 selama dua hari dari tanggal 29 sampai 30 April 2019.

Bertempat di Wisma Tamu Bersinar, Senin ( 29/4 ) Perwakilan BPPSPAM Kementerian PUPR RI, M.Rifqie Basri menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai acuan bagi siapa yang ingin melakukan investasi di PDAM , baik itu pemerintah pusat maupun calon investor , gunanya sebagai salah satu percepatan untuk meningkatkan pelayananan dan kinerja mereka.

"Membuat 'business plan' atau rencana bisnis wajib dilakukan PDAM. Pasalnya dengan adanya 'business plan' ada gambaran yang jelas apa yang akan dilakukan PDAM menuju kinerja yang lebih baik," kata M. Rifqie.

Menurutnya, di Tabalong sendiri sudah bagus , cuma dalam pelayanan masih di bawah 80 persen, oleh karenanya untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus mencukupi memenuhi target minimal.

Untuk Tabalong sendiri capaiannya dalam pelayanan masih 47 persen,itu masih dibawah target untuk mendapatkan PAD,  di mana pelayananan harus mencapai minimal 80 persen.

“Jadi kenapa saya katakan 80 persen,  karena ketika minta pernyataan modal kepada DPRD, PAD selalu di tanyakan,  maka itu untuk mendapatkan PAD itu,  pelayanan harus 80 persen dulu, “ kata Rifqie.

Lebih lanjut, ujar Rifqie, syarat harus dipenuhi agar mendapatkan PAD dan bisa dibayar yakni  apabila sudah mendapatkan keuntungan, dan harus mencukupi 80 persen minimal dalam pelayanan. “ Apabila kedua hal itu belum terpenuhi , maka PAD belum boleh bisa dikasihkan ke PDAM. Tambahnya.

Terkait hal itu,  Direktur PDAM Tabalong, Abdul Wahid mengharapkan dengan kegiatan ini ada dukungan dari stakeholder, mitra kerja sehingga adanya investor yang mau bekerjasama sehingga pelayanan dan kinerja semakin meningkat.

Disampaikannya, PDAM Tabalong sendiri sedang mengalami penyusutan dan kerugian ,mengingat dalam pelayanannya, PDAM sekarang masih harga pelayanan sosial dimana tarif dasar dibawah harga produksi.

“Tarif dasar kami sekarang ini masih 3.200 rupiah, sedangkan harga produksi 7.100 rupiah,  Ini salah satunya kesulitan kami, jangankan untuk melakukan pengembangan dan pelayanan lebih, untuk menutupi biaya operasioanal saja sangat susah, “ terang Wahid.

Adapun kerugian PDAM Tabalong sendiri pertahunnya sekitar 7 milyar. Oleh sebab itu untuk meningkatkan pelayanan tersebut nantinya PDAM Tabalong akan menaikan harga tarif , kalau ingin pelayanan bagus tentunya harus ada dukungan dana yang mencukupi.

“Untuk kenaikan sendiri besaran kisarannya masih kita kaji lagi perhitungannya, dan itu bisa langsung naik maupun bertahap , kita masih mencari formulasi agar tidak memberatkan masyarakat sebagai pelanggan.” Jelasnya.

Wahid mengimbau kepada masyarakat dalam penyesuaian tarif nanti , dirinya mengharapkan agar bisa memahami dan mengerti,  karena kalau ingin meningkatkan pelayanan adanya dukungan investasi dan dana , oleh karenanya kenaikan tarif ini wajib dilakukan. (MC Tabalong/Said)

Sebagian Berawan
27° | per 08:54 WITA