Oleh Media Center   Kamis, 17 Januari 2019
Dua Sekolah di Relokasi
201 Kali dilihat
Politik & Hukum

MediaCenter, Tabalong -Dua sekolah yang berada di Desa Laburan yakni  sekolah  Dasar Negeri Laburan dan Sekolah Menengah Pertama Laburan rencananya akan di relokasi ke SDN Padang panjang. 

Dan relokasi tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak antara pemda dan perusahaan swasta. 

Adapun relokasi itu terjadi disebabkan di sekolah tersebut selain muridnya yang tidak ada lagi juga karena lokasi sekolah berada dikawasan area kerja Pertambangan PT ADARO. 

Hal tersebut disampaikan anggota dewan DPRD Komisi satu, Zainal Ilmi saat dilaksanakannya rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong,  Aset Daerah serta PT Adaro, Rabu (16/1) di Ruang rapat Pimpinan Lantai 1 sekeretariat DPRD kabupaten Tabalong.

Zainal Ilmi  menambahkan  rencananya rekolasi dua sekolah  tersebut akan dipindahkan ke SDN Padang Panjang karena adanya anggaran yang disediakan oleh PT Adaro terkait perhitungan aset yang ada di Wilayah SDN laburan itu sebagai konvensasi, dengan dana sebesar 6 milyar,  yang selanjutnya dana itu nantinya akan diarahkan lagi kesekolah SDN Laburan dan SDN Padang Panjang serta pembangunan Sekolah SMP. 

" Jadi dana sebesar 6 milyar itu akan dibagi lagi dengan rincian,  300 juta untuk SDN Padang Panjang,800 juta untuk SDN Laburan  dan sisanya untuk membangun SMP,  katanya. 

Melihat perhitungan dari sisa dana dalam pembangunan Sekolah SMP, Anggota DPRD komisi satu masih mempertanyakan apakah bisa untuk membangun sekolah bisa sesuai standart. 

"Sempat kami mempertanyakan hal tersebut ke PT. ADARO,  namun setelah mendengar penjelasan mereka ternyata dana 6 milyar itu sebagai bentuk wajibnya saja, tetapi tidak menutup kemungkinan nantinya bisa ditambah lagi agar sekolah yang dibangun tersbeut bisa memilki kualitas standart sekolah, "bebernya. 

Sementara itu Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong sendiri melalui Kadisdik, Ahmad Rizali menyampaikan dengan adanya kesepakatan tersebut tinggal menunggu penyelesaian pembangunan fisik dari sekolah yang akan dibangun. 

" karena ini sebagai konvensasi  dari pada relokasi bangunan itu,  dan proses pemabngunannnya sudha dimulai,  jadi kitaa tinggal menunggu kesepakatan persetujuan bupati saja mengenai desain bangunan sekolah itu, "Tuturnya. 

Lanjutnya,  Rizali mengharapkan agar pembangunan sekolah tersebut  bisa diselesaikan dengan target yang ditentukan. 

"  kalau bisa dalam lima bulan sudah sudah selesai, apabila pembangunan  ini sesuai target artinya pertengahan tahun 2019 ini anak yang sudah lulus SD bisa bersekolah di SMP tersebut. 'pungkasnya